Pemkot Magelang Tutup Sementara Obyek Wisata Gunung Tidar
- account_circle admin.vimags
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Magelang kembali berduka. Bencana angin kencang yang melanda kawasan Gunung Tidar pada Sabtu (24/1/2026) mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa lima orang peziarah. Dari peristiwa tersebut, satu orang peziarah dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa pohon tumbang terjadi di dua titik berbeda di kawasan Gunung Tidar. Titik pertama berada di jalur turun peziarah, di mana seorang peziarah bernama Sri Istantini (64), warga Tempuran, Kabupaten Magelang, tertimpa pohon saat hendak turun dari puncak Gunung Tidar. Korban mengalami luka serius di bagian belakang kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Pj Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, tenaga medis, serta UPT Gunung Tidar, korban meninggal dunia murni akibat tertimpa pohon tumbang. Pemerintah Kota Magelang juga menyatakan akan mengupayakan pemberian santunan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban.
“Ini musibah yang tidak bisa kita kehendaki. Namun, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, kami akan mengupayakan bantuan dan uang duka untuk keluarga korban,” ujar Larsita saat ditemui di RSUD Tidar.
Sementara itu, titik kedua kejadian berada di area parkiran bus atau bekas terminal lama Gunung Tidar. Sebuah pohon pinus roboh di belakang shelter dan menimpa gapura, satu unit mobil pikap yang terparkir, serta empat orang peziarah. Keempat korban terdiri dari tiga warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yakni Vivian Nadya Gisca, Salsa Putri Nur Amalina, dan Kamludin, serta satu orang warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bernama Mahfudin.
Keempat korban segera dievakuasi ke RSUD Tidar untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan pemindaian lanjutan, seluruh korban dinyatakan tidak mengalami patah tulang dan diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka stabil.
“Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan fraktur. Korban luka-luka sudah diperkenankan pulang,” jelas Larsita.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kota Magelang memutuskan untuk menutup sementara obyek wisata Gunung Tidar guna melakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan pengunjung. Penutupan ini difokuskan pada pengecekan kondisi pepohonan di sepanjang jalur naik dan turun, serta area parkir.
“Kami mengedepankan keselamatan pengunjung. Untuk sementara Gunung Tidar kami tutup sampai proses evaluasi dan assessment selesai dilakukan,” tegas Larsita.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Handini Rahayu, menambahkan bahwa pihaknya akan bergerak cepat mengingat Gunung Tidar saat ini memasuki musim ziarah. Pemeriksaan kondisi pohon dan faktor cuaca akan dilakukan lebih ketat, termasuk berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau potensi cuaca ekstrem.
“Kami akan memastikan keamanan sebelum dibuka kembali. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang, meskipun ini murni musibah alam,” ujarnya.
Pemerintah Kota Magelang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca serta mematuhi arahan petugas selama masa penutupan. Gunung Tidar direncanakan kembali dibuka setelah dinyatakan aman dan layak untuk dikunjungi.
- Penulis: admin.vimags
- Editor: Yo Wen
- Sumber: https://www.detik.com/jateng/berita/d-8323461/gunung-tidar-magelang-ditutup-sementara-buntut-peziarah-tewas-tertimpa-pohon






Saat ini belum ada komentar