Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama
- account_circle admin.vimags
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Magelang pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hanya menyentuh angka Rp 4,2 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 5,2 miliar.
Daya Beli Masyarakat Melemah Pengaruhi Sektor Wisata
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Arif Rahman Hakim, menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih sepanjang 2025.
“Daya beli masyarakat belum pulih,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Pemugaran Candi Mendut Berdampak pada Kunjungan Wisatawan
Selain faktor ekonomi, pemugaran Candi Mendut juga dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan pendapatan pariwisata. Sejak proses rehabilitasi dimulai, jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Mendut mengalami penurunan tajam.

Candi Mendut Magelang
Pada periode Januari hingga Agustus 2025, jumlah kunjungan masih berada di kisaran 1.000 hingga 2.700 wisatawan per bulan. Namun, angka tersebut merosot drastis mulai September hingga November 2025, dengan kunjungan hanya sekitar 300–500 orang per bulan. Saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, jumlah kunjungan sempat meningkat menjadi sekitar 800 wisatawan, meskipun masih jauh di bawah kondisi normal.
“Untuk Candi Mendut, sejak direhab, otomatis kunjungannya turun drastis,” jelas Arif.
Kunjungan Wisata Libur Nataru 2025/2026 Masih di Bawah Tahun Lalu
Di sisi lain, kunjungan wisatawan secara keseluruhan selama libur Nataru 2025/2026 masih tergolong cukup baik. Tercatat sebanyak 266.000 wisatawan berkunjung ke berbagai obyek wisata di Kabupaten Magelang, melampaui target awal sebanyak 250.000 wisatawan. Meski demikian, angka tersebut tetap lebih rendah dibandingkan periode libur Nataru 2024/2025 yang mencapai sekitar 280.000 wisatawan.
Dampak Penurunan Wisata Terhadap Pedagang dan Juru Parkir
Penurunan kunjungan wisata ke Candi Mendut juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pedagang kaki lima (PKL). Zulfiati (55), seorang PKL yang juga Ketua Paguyuban PKL Candi Mendut, mengaku pendapatannya menurun drastis sejak pemugaran dimulai pada Juni 2025.
“Sebelum direhab, saya bisa dapat sekitar Rp 50.000 per hari. Sekarang percuma jualan, enggak ada tamu,” ungkapnya.
Dampak serupa juga dirasakan oleh sektor parkir. Sugiyo (50), seorang juru parkir, menyebutkan bahwa retribusi parkir harian yang ia kumpulkan kini hanya sekitar Rp 100.000, turun hampir separuh dari sebelumnya yang bisa mencapai Rp 200.000–250.000 per hari.
Harapan Pemulihan Pariwisata Magelang Pasca Pemugaran
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap pemugaran Candi Mendut dapat segera rampung sehingga aktivitas wisata dan roda perekonomian masyarakat sekitar dapat kembali pulih secara bertahap.
- Penulis: admin.vimags
- Editor: Yo Wen






Saat ini belum ada komentar