Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama

Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 464
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Magelang pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hanya menyentuh angka Rp 4,2 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 5,2 miliar.

Daya Beli Masyarakat Melemah Pengaruhi Sektor Wisata

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Arif Rahman Hakim, menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih sepanjang 2025.

“Daya beli masyarakat belum pulih,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Pemugaran Candi Mendut Berdampak pada Kunjungan Wisatawan

Selain faktor ekonomi, pemugaran Candi Mendut juga dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan pendapatan pariwisata. Sejak proses rehabilitasi dimulai, jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Mendut mengalami penurunan tajam.

Candi Mendut Magelang

Candi Mendut Magelang

Pada periode Januari hingga Agustus 2025, jumlah kunjungan masih berada di kisaran 1.000 hingga 2.700 wisatawan per bulan. Namun, angka tersebut merosot drastis mulai September hingga November 2025, dengan kunjungan hanya sekitar 300–500 orang per bulan. Saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, jumlah kunjungan sempat meningkat menjadi sekitar 800 wisatawan, meskipun masih jauh di bawah kondisi normal.

“Untuk Candi Mendut, sejak direhab, otomatis kunjungannya turun drastis,” jelas Arif.

Kunjungan Wisata Libur Nataru 2025/2026 Masih di Bawah Tahun Lalu

Di sisi lain, kunjungan wisatawan secara keseluruhan selama libur Nataru 2025/2026 masih tergolong cukup baik. Tercatat sebanyak 266.000 wisatawan berkunjung ke berbagai obyek wisata di Kabupaten Magelang, melampaui target awal sebanyak 250.000 wisatawan. Meski demikian, angka tersebut tetap lebih rendah dibandingkan periode libur Nataru 2024/2025 yang mencapai sekitar 280.000 wisatawan.

Dampak Penurunan Wisata Terhadap Pedagang dan Juru Parkir

Penurunan kunjungan wisata ke Candi Mendut juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pedagang kaki lima (PKL). Zulfiati (55), seorang PKL yang juga Ketua Paguyuban PKL Candi Mendut, mengaku pendapatannya menurun drastis sejak pemugaran dimulai pada Juni 2025.

“Sebelum direhab, saya bisa dapat sekitar Rp 50.000 per hari. Sekarang percuma jualan, enggak ada tamu,” ungkapnya.

Dampak serupa juga dirasakan oleh sektor parkir. Sugiyo (50), seorang juru parkir, menyebutkan bahwa retribusi parkir harian yang ia kumpulkan kini hanya sekitar Rp 100.000, turun hampir separuh dari sebelumnya yang bisa mencapai Rp 200.000–250.000 per hari.

Harapan Pemulihan Pariwisata Magelang Pasca Pemugaran

Pemerintah Kabupaten Magelang berharap pemugaran Candi Mendut dapat segera rampung sehingga aktivitas wisata dan roda perekonomian masyarakat sekitar dapat kembali pulih secara bertahap.

  • Penulis: admin.vimags
  • Editor: Yo Wen

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Bukit Menoreh Resto Olahan Mangut Beong Yang Menggoda

    Bukit Menoreh Resto Olahan Mangut Beong Yang Menggoda

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sutikno Setiadi merupakan sang pemilik Bukit Menoreh Resto, Beliau merupakan pecinta kuliner nusantara, hampir seluruh kota di Indonesia pernah ia kunjungi. Bisa bayangkan kalau pecinta kuliner membuka usaha kuliner? Pasti […]

  • Wajik Week Magelang, Kuliner Manis Sejuta Historis

    Wajik Week Magelang, Kuliner Manis Sejuta Historis

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Banyak daerah yang memiliki kuliner berbahan dasar beras ketan ini dengan nama yang berbeda-beda. Dan satu yang paling terkenal adalah Wajik Week Magelang yang legendaris itu. Wajik Week adalah wajik […]

  • Benarkah Alun-Alun Kota Magelang Satu-satunya di Indonesia yang Dikelilingi 5 Tempat Ibadah?

    Benarkah Alun-Alun Kota Magelang Satu-satunya di Indonesia yang Dikelilingi 5 Tempat Ibadah?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sobat Vimags, pernah memperhatikan bangunan-bangunan yang berdiri mengelilingi Alun-Alun Kota Magelang? Selain menjadi ruang publik dan salah satu pusat keramaian kota, kawasan ini ternyata menyimpan potret keberagaman yang cukup istimewa. […]

  • Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD Play Button

    Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Bukit Rhema atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam menjadi perhatian publik karena keunikan bangunannya. Beberapa media nasional dan internasional pun tak ketinggalan meliput bangunan unik yang berdiri di […]

  • Pengalaman Mewah dan Tenang di Sunsetfalls Gardens & Resort, Magelang Play Button

    Pengalaman Mewah dan Tenang di Sunsetfalls Gardens & Resort, Magelang

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Perjalanan kami dimulai dini hari, tepat pukul 02.00, berangkat dari Tangerang menuju Magelang. Tepat pukul 06.45, kami tiba di Semarang untuk beristirahat dan sarapan di Kedai Beringin Indonesia, Jalan Beringin, […]

  • Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

    Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Stigma tentang komunitas Tionghoa yang dianggap eksklusif di Indonesia ternyata tidak muncul secara alami, melainkan sengaja dibentuk oleh penjajah Belanda. Pecinan menjadi simbol eksklusivitas ini, meskipun awalnya dibentuk sebagai alat […]

expand_less