Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kilas Magelang » Pohon Randu Berusia Ratusan Tahun di Borobudur Terancam Ditebang, Ikon Desa Tuksongo Terancam Hilang

Pohon Randu Berusia Ratusan Tahun di Borobudur Terancam Ditebang, Ikon Desa Tuksongo Terancam Hilang

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebuah pohon randu alas berusia ratusan tahun yang selama ini menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, terancam ditebang. Pohon legendaris yang berdiri di Lapangan Randu Alas tersebut dinilai sudah mati dan berpotensi membahayakan warga maupun wisatawan.

Pohon randu alas ini dikenal luas karena posisinya yang strategis dan mudah terlihat dari kejauhan. Dengan batang menjulang tinggi dan latar belakang Perbukitan Menoreh, pohon ini kerap menjadi spot favorit wisatawan yang berkunjung menggunakan VW Safari, jeep wisata, ATV, hingga rombongan tur desa wisata.

Namun, di balik keindahannya, kondisi pohon randu alas kini memprihatinkan. Batangnya mengelupas dan tampak kering dari pangkal hingga ke ranting-ranting. Sejumlah dahan bahkan mulai rapuh dan berpotensi patah, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Penampakan Pohon Randu Ratusan Tahun di Tuksongo, Borobudur (Foto : Yowen)

Di bawah pohon tersebut, sebelumnya juga dibangun area berteduh berbentuk setengah lingkaran yang biasa digunakan wisatawan untuk beristirahat dan berfoto.

Pemerintah Desa: Berat, Tapi Demi Keselamatan

Kepala Desa Tuksongo, M Abdul Karim, membenarkan rencana penebangan pohon randu alas yang telah menjadi ikon desa selama ratusan tahun.

“Sebetulnya kami sangat menyayangkan, karena pohon randu ini adalah ikon desa kami. Tapi usianya memang sudah ratusan tahun dan kondisinya sudah mati,” ujar Karim

Menurutnya, keberadaan pohon tersebut sudah ada sejak masa kakek buyutnya. Bahkan diperkirakan usia pohon mencapai lebih dari 200 tahun.

Penampakan Akar Pohon Randu Ratusan Tahun di Borobudur (Foto: Yowen)

“Dari simbah saya masih ada, pohon itu sudah besar. Jadi kemungkinan usianya lebih dari 200 tahun,” jelasnya.

Lapangan Randu Alas sendiri saat ini menjadi salah satu titik singgah wisata favorit di Borobudur. Banyak wisatawan masuk ke area lapangan untuk mengabadikan momen dengan latar alam pedesaan dan Perbukitan Menoreh.

“Rencana penebangan ini sebagai langkah antisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Karim.

Ia menjelaskan bahwa pohon randu alas tersebut sudah tidak memiliki inti kayu (galihe), sehingga rawan patah dan roboh.

“Yang kami takutkan, kalau tidak ditebang, ada ranting atau batang yang menimpa wisatawan,” tambahnya.

Upaya Penyelamatan Gagal Dilakukan

Sebelum memutuskan penebangan, pemerintah desa bersama BPD dan Bumdes telah berupaya menyelamatkan pohon randu alas tersebut.

“Kami sudah ke DLH untuk meminta pengupayaan agar pohon bisa disembuhkan dari pengeringan. Tapi setelah diobati, kondisinya tetap kering. Mungkin memang sudah waktunya,” ungkap Karim.

Rencana penebangan diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan tenaga profesional dari luar daerah, mengingat ukuran pohon yang sangat besar dan prosesnya yang tidak mudah.

“Penebangan harus matang persiapannya agar tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.

Warga Sepakat, Tapi Ingin Jejak Sejarah Tetap Ada

Lahan tempat pohon randu alas berdiri diketahui merupakan gabungan tanah desa dan tanah milik warga. Seluruh pihak, baik pemerintah desa maupun masyarakat, telah menyepakati rencana penebangan demi keselamatan bersama.

Salah satu warga, Ashari (53), mengatakan pohon tersebut dulunya ditanam oleh kakek buyutnya sebagai penanda batas tanah.

“Dulu ini sebagai batas tanah. Sebelah utara tanah pribadi, sebelah selatan tanah bengkok,” jelasnya.

Ia mengaku sejak kecil pohon randu alas sudah berukuran besar dan hampir tidak mengalami perubahan ukuran hingga kini.

“Sekarang ranting-rantingnya sudah mulai jatuh ke atap rumah. Itu yang bikin khawatir,” katanya.

Warga lainnya, Atmojo, berharap penebangan tidak dilakukan secara total.

“Kalau bisa jangan dipotong habis. Disisakan sekitar lima meter sebagai penanda sejarah. Secara historis, randu alas ini sudah jadi ikon Desa Tuksongo,” ujarnya.

Menurutnya, jika pohon ditebang hingga ke akar, maka jejak sejarah desa akan benar-benar hilang.

Sumber : Kompas.com

  • Penulis: admin.vimags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi Untuk Kamu

  • Magelang, Kota Idaman untuk Slow Living dan Masa Pensiun

    Magelang, Kota Idaman untuk Slow Living dan Masa Pensiun

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kota Magelang, Jawa Tengah, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik bagi mereka yang mendambakan gaya hidup tenang (slow living) atau hendak menikmati masa pensiun. Dukungan dari Pemerintah Kota Magelang […]

  • Rehabilitasi Gangguan Jiwa Dengan Terapi Terpadu Hadir di Magelang Play Button

    Rehabilitasi Gangguan Jiwa Dengan Terapi Terpadu Hadir di Magelang

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 25
    • 0Komentar
  • Mengenang Sejarah Kota Magelang Melalui Prosesi Grebeg Gethuk

    Mengenang Sejarah Kota Magelang Melalui Prosesi Grebeg Gethuk

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Tradisi yang selalu dinantikan masyarakat Magelang untuk mengenang Sejarah Kota Magelang adalah Prosesi Grebeg Gethuk. Ribuan warga magelang berkumpul di Alun Alun Kota Magelang untuk mengikuti prosesi Grebeg Gethuk yang biasanya […]

  • Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD Play Button

    Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Bukit Rhema atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam menjadi perhatian publik karena keunikan bangunannya. Beberapa media nasional dan internasional pun tak ketinggalan meliput bangunan unik yang berdiri di […]

  • Tahukah kamu Kesenian Jathilan

    Tahukah kamu Kesenian Jathilan

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Arti Jathilan Mungkin bagi orang di luar Jawa adalah asing dengan kesenian Jathilan. Jathilan merupakan kesenian dari Jawa dan khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jathilan juga sering dikenal dengan sebutan […]

  • Nasi Goreng Magelangan Pak Yatno Yang Bikin Ketagihan

    Nasi Goreng Magelangan Pak Yatno Yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Anda pernah mendengar istilah Magelangan? Magelangan bukan julukan untuk nama tempat tetapi istilah untuk nasi goreng yang dicampur dengan bakmi. Dulu orang magelang belum menggunakan istilah magelangan untuk memesan nasi […]

expand_less