Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kilas Magelang » Pohon Randu Berusia Ratusan Tahun di Borobudur Terancam Ditebang, Ikon Desa Tuksongo Terancam Hilang

Pohon Randu Berusia Ratusan Tahun di Borobudur Terancam Ditebang, Ikon Desa Tuksongo Terancam Hilang

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 530
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebuah pohon randu alas berusia ratusan tahun yang selama ini menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, terancam ditebang. Pohon legendaris yang berdiri di Lapangan Randu Alas tersebut dinilai sudah mati dan berpotensi membahayakan warga maupun wisatawan.

Pohon randu alas ini dikenal luas karena posisinya yang strategis dan mudah terlihat dari kejauhan. Dengan batang menjulang tinggi dan latar belakang Perbukitan Menoreh, pohon ini kerap menjadi spot favorit wisatawan yang berkunjung menggunakan VW Safari, jeep wisata, ATV, hingga rombongan tur desa wisata.

Namun, di balik keindahannya, kondisi pohon randu alas kini memprihatinkan. Batangnya mengelupas dan tampak kering dari pangkal hingga ke ranting-ranting. Sejumlah dahan bahkan mulai rapuh dan berpotensi patah, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Penampakan Pohon Randu Ratusan Tahun di Tuksongo, Borobudur (Foto : Yowen)

Di bawah pohon tersebut, sebelumnya juga dibangun area berteduh berbentuk setengah lingkaran yang biasa digunakan wisatawan untuk beristirahat dan berfoto.

Pemerintah Desa: Berat, Tapi Demi Keselamatan

Kepala Desa Tuksongo, M Abdul Karim, membenarkan rencana penebangan pohon randu alas yang telah menjadi ikon desa selama ratusan tahun.

“Sebetulnya kami sangat menyayangkan, karena pohon randu ini adalah ikon desa kami. Tapi usianya memang sudah ratusan tahun dan kondisinya sudah mati,” ujar Karim

Menurutnya, keberadaan pohon tersebut sudah ada sejak masa kakek buyutnya. Bahkan diperkirakan usia pohon mencapai lebih dari 200 tahun.

Penampakan Akar Pohon Randu Ratusan Tahun di Borobudur (Foto: Yowen)

“Dari simbah saya masih ada, pohon itu sudah besar. Jadi kemungkinan usianya lebih dari 200 tahun,” jelasnya.

Lapangan Randu Alas sendiri saat ini menjadi salah satu titik singgah wisata favorit di Borobudur. Banyak wisatawan masuk ke area lapangan untuk mengabadikan momen dengan latar alam pedesaan dan Perbukitan Menoreh.

“Rencana penebangan ini sebagai langkah antisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Karim.

Ia menjelaskan bahwa pohon randu alas tersebut sudah tidak memiliki inti kayu (galihe), sehingga rawan patah dan roboh.

“Yang kami takutkan, kalau tidak ditebang, ada ranting atau batang yang menimpa wisatawan,” tambahnya.

Upaya Penyelamatan Gagal Dilakukan

Sebelum memutuskan penebangan, pemerintah desa bersama BPD dan Bumdes telah berupaya menyelamatkan pohon randu alas tersebut.

“Kami sudah ke DLH untuk meminta pengupayaan agar pohon bisa disembuhkan dari pengeringan. Tapi setelah diobati, kondisinya tetap kering. Mungkin memang sudah waktunya,” ungkap Karim.

Rencana penebangan diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan tenaga profesional dari luar daerah, mengingat ukuran pohon yang sangat besar dan prosesnya yang tidak mudah.

“Penebangan harus matang persiapannya agar tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.

Warga Sepakat, Tapi Ingin Jejak Sejarah Tetap Ada

Lahan tempat pohon randu alas berdiri diketahui merupakan gabungan tanah desa dan tanah milik warga. Seluruh pihak, baik pemerintah desa maupun masyarakat, telah menyepakati rencana penebangan demi keselamatan bersama.

Salah satu warga, Ashari (53), mengatakan pohon tersebut dulunya ditanam oleh kakek buyutnya sebagai penanda batas tanah.

“Dulu ini sebagai batas tanah. Sebelah utara tanah pribadi, sebelah selatan tanah bengkok,” jelasnya.

Ia mengaku sejak kecil pohon randu alas sudah berukuran besar dan hampir tidak mengalami perubahan ukuran hingga kini.

“Sekarang ranting-rantingnya sudah mulai jatuh ke atap rumah. Itu yang bikin khawatir,” katanya.

Warga lainnya, Atmojo, berharap penebangan tidak dilakukan secara total.

“Kalau bisa jangan dipotong habis. Disisakan sekitar lima meter sebagai penanda sejarah. Secara historis, randu alas ini sudah jadi ikon Desa Tuksongo,” ujarnya.

Menurutnya, jika pohon ditebang hingga ke akar, maka jejak sejarah desa akan benar-benar hilang.

Sumber : Kompas.com

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Bantu UMKM Magelang Web Developer Siap Penuhi Kebutuhan Promosi Digital

    Bantu UMKM Magelang Web Developer Siap Penuhi Kebutuhan Promosi Digital

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 79
    • 0Komentar

    UMKM di Magelang — dari oleh-oleh khas, homestay, hingga jasa tour lokal — kerap kesulitan menonjol di peta promosi digital ketika calon wisatawan mencari informasi lewat ponsel. Web developer yang […]

  • Makan Masakan Prasmanan di Kampung Ulam Borobudur

    Makan Masakan Prasmanan di Kampung Ulam Borobudur

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 1.538
    • 0Komentar

    Sensasi Masakan Jawa dengan Sistem Prasmanan Kalau kamu pecinta masakan Jawa dengan cita rasa autentik, Kampung Ulam Borobudur adalah destinasi kuliner yang wajib kamu kunjungi saat berada di kawasan Borobudur, […]

  • Pemkab Magelang Digitalisasi Sistem Keprotokolan dan Dokumentasi

    Pemkab Magelang Digitalisasi Sistem Keprotokolan dan Dokumentasi

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sobat Vimags, Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Kali ini, digitalisasi menyasar bidang keprotokolan, dokumentasi pimpinan, hingga pengelolaan sarana dan prasarana. Pemkab Magelang meluncurkan dua […]

  • Minuman Khas Magelang Yang Segar, Wedang Kacang Kebon

    Minuman Khas Magelang Yang Segar, Wedang Kacang Kebon

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Sebuah warung sederhana yang terletak di Jalan Pajang, Desa Semplon, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang, setiap sore hingga malam selalu disesaki pengunjung. Warung yang berukuran cukup kecil dan berada di samping […]

  • Sebarkan Fakta Unik Tentang Magelang yang Mungkin Kamu Belum Tahu

    Sebarkan Fakta Unik Tentang Magelang yang Mungkin Kamu Belum Tahu

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Magelang memang merupakan kota dengan berbagai keunikan yang menjadikan tiap orang merindukan kota yang satu ini. Berbagai macam kuliner ataupun tempat wisata ada di Magelang, tapi apakah kamu sudah mengetahui […]

  • RS Padma Lalita Muntilan: Berdiri, Meredup dan Nasib Terkini

    RS Padma Lalita Muntilan: Berdiri, Meredup dan Nasib Terkini

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Sejarah Singkat RS Padma Lalita di Magelang Rumah Sakit Umum Padma Lalita merupakan salah satu fasilitas kesehatan swasta yang berdiri di Kabupaten Magelang, tepatnya di Jalan Klangon Km 1, Pucungrejo, […]

expand_less