Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kilas Magelang » Kekeringan Magelang Melanda 14 Kecamatan, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

Kekeringan Magelang Melanda 14 Kecamatan, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Kekeringan dilaporkan melanda 14 kecamatan dan 31 desa, menyebabkan ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data yang ada, sekitar 2.500 kepala keluarga atau kurang lebih 15 ribu jiwa terdampak dan membutuhkan dukungan pemenuhan air bersih selama musim kemarau.

Warga Lereng Menoreh Mulai Kesulitan Air

Sobat Vimags, salah satu wilayah yang merasakan langsung dampak kekeringan adalah sejumlah desa di kawasan lereng Menoreh, Kecamatan Salaman. Di Dusun Alun-alun, Desa Menoreh, misalnya, warga disebut telah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar dua bulan.

Salah seorang warga Dusun Alun-alun, Dwi Ristiani, mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah debit air dari sumur milik warga mengalami penurunan drastis. Sejumlah sumur bahkan mulai mengering.

Situasi semakin sulit karena pasokan air bersih melalui jaringan PDAM juga kurang lancar dan sempat tidak mengalir. Akibatnya, masyarakat harus mengandalkan distribusi bantuan air bersih dari berbagai pihak.

Dwi menjelaskan bahwa selama musim kemarau, bantuan air menjadi salah satu sumber utama untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

Bantuan Air Bersih Terus Berdatangan

Untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan, distribusi air bersih telah dilakukan oleh sejumlah pihak. Bantuan antara lain datang dari BPBD, PMI, Polresta Magelang, serta berbagai relawan dan organisasi kemasyarakatan.

Distribusi dilakukan secara bergantian untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat. Air yang dikirim kemudian ditampung warga menggunakan bak penampungan dengan kapasitas sekitar 5.000 hingga 6.000 liter.

Keberadaan bak penampungan tersebut menjadi penting karena air bantuan dapat digunakan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi di Dusun Alun-alun menjadi salah satu gambaran dampak musim kemarau terhadap masyarakat Kabupaten Magelang. Dengan wilayah terdampak yang telah mencakup puluhan desa di 14 kecamatan, kebutuhan distribusi air bersih masih menjadi perhatian selama sumber-sumber air warga belum kembali normal.

Masyarakat di wilayah yang mulai mengalami kekurangan air juga diharapkan menggunakan air secara bijak dan menjaga persediaan yang tersedia, terutama apabila kondisi kemarau masih berlangsung.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

expand_less