Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kilas Magelang » 8 Kelurahan Berebut Jadi Kampung Wisata Kota Magelang, Ini Daftarnya

8 Kelurahan Berebut Jadi Kampung Wisata Kota Magelang, Ini Daftarnya

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sobat Vimags, pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kota Magelang terus diperkuat. Pemerintah Kota Magelang saat ini tengah menyiapkan lima kampung wisata yang nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Magelang.

Sebelum ditetapkan, sejumlah wilayah masih menjalani proses verifikasi dan penilaian kelayakan. Saat ini terdapat delapan kelurahan yang masuk nominasi, yaitu Cacaban, Tidar Utara, Tidar Selatan, Rejowinangun Utara, Magelang, Kramat Selatan, Magersari, dan Kedungsari.

Dari delapan nominasi tersebut, lima kelurahan akan dipilih sebagai kampung wisata sesuai target yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Namun, pengembangan wisata di Kota Magelang tidak hanya diarahkan kepada kelurahan yang masuk nominasi. Seluruh 17 kelurahan diminta mulai mengenali potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Semua Kelurahan Diminta Gali Potensi Wisata

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa setiap kelurahan memiliki peluang untuk mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik wisata.

Menurutnya, proses tersebut harus dimulai dari pemetaan sederhana terhadap hal-hal yang menjadi ciri khas wilayah.

“Proses pengembangannya perlu dimulai dari seluruh kelurahan. Kota Magelang hanya memiliki 17 kelurahan. Karena itu, seluruh kelurahan kita minta mulai mengenali, memetakan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” kata Damar dalam kegiatan pencanangan agen wisata di Pendopo Pengabdian, Kamis, 1 Oktober 2026.

Potensi yang bisa dikembangkan cukup beragam. Mulai dari cerita sejarah dan kisah lokal, kebudayaan, tradisi masyarakat, kuliner, kerajinan, seni, kreativitas warga hingga potensi lingkungan.

Setelah potensi tersebut ditemukan, langkah berikutnya adalah mengemasnya menjadi produk atau aktivitas yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Artinya, konsep kampung wisata tidak harus selalu bergantung pada keberadaan objek wisata besar. Aktivitas masyarakat sehari-hari, makanan khas, produk kreatif hingga cerita sejarah sebuah kampung pun dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata jika dikelola dengan baik.

Kampung Wisata Jangan Hanya Berhenti di SK

Menurut Damar, penetapan melalui surat keputusan bukanlah tujuan akhir dari program kampung wisata.

Ia berharap setelah ditetapkan, kampung wisata benar-benar memiliki kegiatan yang bisa dinikmati pengunjung dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Lima kampung wisata yang nantinya kita tetapkan, saya harap tidak cukup sampai penetapan. Kita ingin kampung wisata benar-benar hidup, memiliki aktivitas yang menarik, melibatkan masyarakat, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keberadaan kampung wisata diharapkan mampu membuka peluang baru bagi warga, baik melalui usaha kuliner, produk kerajinan, jasa pemandu, kegiatan budaya maupun berbagai usaha kreatif lainnya.

Dengan demikian, wisata tidak hanya menjadi aktivitas kunjungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Ada “Kawan Wisata” di Setiap Kelurahan

Selain menyiapkan lima kampung wisata, Pemerintah Kota Magelang juga membentuk “Kawan Wisata” sebagai agen wisata di setiap kelurahan.

Keberadaan Kawan Wisata diharapkan dapat membantu mengenali, memetakan, serta memperkenalkan berbagai potensi yang terdapat di masing-masing wilayah.

Program ini menjadi salah satu cara untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengembangan pariwisata Kota Magelang.

Dengan adanya agen wisata di tingkat kelurahan, potensi-potensi kecil yang sebelumnya kurang dikenal diharapkan dapat mulai terdokumentasi dan dikembangkan.

Pariwisata Berbasis Potensi Lokal

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Imam Baihaqi mengatakan, pemetaan potensi menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan pengembangan kampung wisata.

Sosialisasi yang digelar juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep kampung wisata yang berbasis pada kekuatan lokal.

Peserta kegiatan terdiri dari lurah, masyarakat pegiat wisata di Kota Magelang, hingga organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Wali Kota Magelang, akademisi Universitas Tidar, praktisi Forum Desa Wisata Jawa Tengah, serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah.

Kolaborasi pemerintah, akademisi, praktisi, serta masyarakat menjadi bagian penting agar pengembangan kampung wisata tidak berhenti pada konsep saja.

Peluang Wisata Baru di Tengah Kota Magelang

Bagi Kota Magelang yang memiliki wilayah relatif compact, keberadaan kampung wisata dapat menjadi cara menarik untuk memperluas pilihan aktivitas bagi wisatawan.

Wisatawan nantinya tidak hanya mengenal destinasi yang sudah populer, tetapi juga dapat menjelajahi kampung-kampung dengan karakter berbeda.

Ada wilayah yang mungkin menonjol dari sisi sejarah, kampung dengan produk kuliner khas, sentra kerajinan, seni, hingga aktivitas masyarakat yang unik.

Jika dikembangkan secara konsisten, kampung wisata juga berpotensi memperpanjang lama kunjungan wisatawan di Kota Magelang sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata kepada masyarakat.

Kini tinggal menunggu kelurahan mana yang akan terpilih menjadi lima kampung wisata Kota Magelang.

Menurut Sobat Vimags, dari delapan kelurahan yang masuk nominasi, wilayah mana yang punya potensi paling menarik untuk dikembangkan sebagai kampung wisata?

Sumber: Prokompim Kota Magelang

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

expand_less