Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Oleh Oleh » Getuk Eco, Oleh Oleh Magelang dengan Citarasa Khas Ketela

Getuk Eco, Oleh Oleh Magelang dengan Citarasa Khas Ketela

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rate this post

Getuk merupakan makanan ringan yang terbuat dari bahan utamanya singkong. Getuk juga dikenal sebagai makanan khas dan diproduksi di Kota Magelang sejak tahun 1940-an, hingga saat ini tetap diproses tanpa bahan pengawet. Demi faktor kesehatan, Ridwan Purnomo, pemilik industri Getuk Eho, cukup mengandalkan pemakaian gula sebagai bahan pengawet yang cukup aman bagi getuk.

Oleh oleh Getuk Eco menjadi oleh-oleh favorit karena selain rasanya yang enak juga sehat untuk dikonsumsi. Sayangnya tanpa adanya pengawet makanan membuat getuk hanya bertahan 3 hari. Untuk itu sesampainya ditujuan sebaiknya segera berikan getuk ini kepada orang yang ingin kalian berikan oleh-oleh. Jangan sampai getuk yang kamu beli tidak termakan karena sudah masuk masa expired.

Awal Mula Getuk Eco

Usaha Getuk ECO dimulai pada tahun 1976 di Magelang, Jawa Tengah, oleh Ridwan Purnomo (Siauw Sing Hian) beserta istri, yiatu Susi Inawati (Tjong Hwa Ing). Didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga, pasangan yang baru dikaruniai anak ke-2 ini mencoba memulai usaha dengan membuat getuk tiga warna. Pada saat itu, getuk dalam bentuknya yang sudah dimodifikasi dari getuk tradisional sudah cukup dikenal di Kota Magelang.

Getuk buatan pasangan ini pada mulanya hanya dipasarkan melalui warung tetangga, pasar, dan pengepul jajanan (tenongan). Selanjutnya Ridwan mulai mencoba memasarkannya ke beberapa agen travel di Magelang. Ternyata tanggapan konsumen sangat baik dan citarasanya sangat diterima di lidah masyarakat.

Pada waktu itu, Ridwan belum memberikan merk pada getuk buatannya. Seorang pemilik agen travel menyarankan agar getuk ini diberi nama atau merk agar memudahkan konsumen untuk mencarinya. Setelah mencari nama yang sesuai, pada akhirnya getuk ini diberi nama Getuk Tri Warna ECO. “Tri warna” karena getuknya terdiri dari tiga warna: putih, merah muda, dan coklat. “Eco” sendiri dalam bahasa Jawa berarti enak atau sedap. Selain itu, ECO juga singkatan dari Enak dan Cocok untuk Oleh-oleh. Kata “eco” dipilih juga karena mudah diingat dan diucapkan. Ridwan berharap merk ECO ini selalu diingat karena citarasanya yang enak.

Perkembangan Getuk Eco

Sejak tahun 2007, usaha ini dilanjutkan oleh Andreas Purnomo, putra pertama pasangan Ridwan Purnomo dan Susi Inawati. Usaha ini terus berkembang hingga pada tahun 2010 dibukalah Toko Oleh-Oleh Getuk ECO di Jl. D.I. Panjaitan 5, Magelang. Tempat yang nyaman dengan produk oleh-oleh yang lengkap serta pelayanan yang terbaik menjadi keunggulan Pusat Oleh-Oleh Getuk ECO ini.

Outlet Getuk Eco di Tengah Kota Magelang (Foto: Istimewa)

Dengan dibukanya toko oleh-oleh ini, Getuk ECO juga menerima kunjungan untuk melihat proses pembuatan getuk. Fasilitas ini banyak diminati oleh sekolah-sekolah, beberapa dinas pemerintah, dan kalangan umum. Di dalam workshop ini pengunjung dapat melihat proses pembuatan getuk dan bahkan mencoba ikut serta dalam prosesnya. Fasilitas dan layanan ini telah menarik beberapa stasiun televisi dan media lainnya untuk meliput Pusat Oleh-Oleh Getuk ECO sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Kota Magelang.

Hingga kini, Getuk ECO mulai melakukan inovasi lain dengan memproduksi Wajik Pandan ECO. Wajik pandan ini telah mulai menjadi unggulan baru karena citarasanya yang manis gurih dan pulen tanpa butiran keras di dalamnya. Wajik pandan ECO dibuat sebagai produk homemade dengan benar-benar memperhatikan kualitas dan citarasanya.

Perusahaan Getuk ECO berusaha untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kualitas dan citarasa produknya agar tetap menjadi makanan khas kebanggaan Kota Magelang.

Lokasi Pembelian Getuk Eco Magelang

Kalau kamu mau membeli Getuk Eco sebagai oleh oleh Magelang untuk teman/saudara, kamu bisa datang ke Jalan D.I. Panjaitan 5, Jambon, Magelang.

  • Penulis: admin.vimags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi Untuk Kamu

  • Tahukah Kamu Salak Nglumut, Si Ikon Khas Magelang

    Tahukah Kamu Salak Nglumut, Si Ikon Khas Magelang

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kabupaten Magelang selain terkenal sebagai daerah terletaknya candi terbesar di dunia, Candi Borobudur, juga terkenal sebagai daerah penghasil buah salak. Salak yang menjadi komoditas produksi buah terbesar di Kabupaten Magelang […]

  • Magelang, Kota Idaman untuk Slow Living dan Masa Pensiun

    Magelang, Kota Idaman untuk Slow Living dan Masa Pensiun

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kota Magelang, Jawa Tengah, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik bagi mereka yang mendambakan gaya hidup tenang (slow living) atau hendak menikmati masa pensiun. Dukungan dari Pemerintah Kota Magelang […]

  • Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama

    Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Magelang pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hanya menyentuh angka Rp 4,2 […]

  • Tahukah Kamu Apa itu Topeng Ireng Dayakan

    Tahukah Kamu Apa itu Topeng Ireng Dayakan

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Topeng Ireng atau yang dikenal dengan sebutan Dayakan merupakan kesenian tradisional yang berkembang di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tarian Topeng Ireng atau Dayakan adalah bentuk tarian rakyat kreasi baru […]

  • Daniel Alamsjah, Sosok Pemulih Jiwa & Pembawa Pesan Toleransi

    Daniel Alamsjah, Sosok Pemulih Jiwa & Pembawa Pesan Toleransi

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Daniel Alamsjah (81) terpanggil untuk membangun Rumah Doa Bukit Rhema dan Panti Rehabilitasi Mental Betesda demi membantu sesama yang mengalami masalah kesehatan mental. Meskipun bukan seorang rohaniawan atau memiliki latar […]

  • Mengintip Indahnya Masjid Arsitektur Khas China di Magelang

    Mengintip Indahnya Masjid Arsitektur Khas China di Magelang

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Suara azan Ashar berkumandang di Kota Magelang, Jawa Tengah. Terlihat sejumlah orang berduyun-duyun menuju Masjid Al Mahdi, sebuah masjid unik bergaya arsitektur khas China di Jalan Delima Raya, Komplek Perumahan […]

expand_less