Jamu Deka Muntilan, Inovasi Herbal Karya Anak Magelang yang Tembus Pasar Luar Negeri
- account_circle admin.vimags
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di tengah tren gaya hidup sehat yang terus meningkat, jamu tradisional kembali mendapat tempat di hati masyarakat. Tidak hanya digemari generasi tua, kini banyak anak muda yang ikut mengembangkan minuman herbal khas Nusantara ini dengan sentuhan inovasi. Salah satunya adalah Dwi Kuntari, pengusaha muda asal Pucungrejo, Muntilan, Kabupaten Magelang.
Pemilik brand Jamu Deka ini membuktikan bahwa bisnis berbasis kearifan lokal tetap relevan dan mampu bersaing di pasar modern.
Dari Kebiasaan Masa Kecil Jadi Peluang Usaha
Kecintaan Dwi Kuntari terhadap jamu sudah tumbuh sejak kecil. Ia mengenang bagaimana sang nenek sering meracik minuman sederhana seperti campuran jeruk nipis dan kecap saat dirinya kurang sehat. Pengalaman itulah yang memupuk ketertarikannya pada ramuan herbal tradisional.
Berangkat dari hobi, Deka mulai serius mengembangkan usaha jamu pada tahun 2016. Awalnya hanya memiliki dua varian produk, namun seiring meningkatnya minat konsumen terhadap minuman herbal alami, ia melihat peluang yang sangat besar untuk mengembangkan usahanya secara profesional, ungkap Dwi Kuntari saat ditemui admin Vimags di Kedai Jamu Deka miliknya di Muntilan (14/02/2026).

Kedai Jamu Deka Muntilan (Photo : Dwi Kuntari)
Misi Melestarikan Kearifan Lokal
Bagi Deka, menjalankan bisnis jamu bukan semata-mata soal keuntungan. Ia memiliki visi yang lebih luas, yaitu ikut menjaga tradisi minuman herbal Indonesia sekaligus memberdayakan perajin jamu di sekitar Muntilan.
Seiring meningkatnya permintaan, Deka menggandeng sejumlah perajin lokal untuk membantu memasok bahan baku hingga racikan jamu siap produksi. Kolaborasi ini bukan hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan ke Taman Jamu Welas Asri (Photo : Dwi Kuntari)
Langkah tersebut menunjukkan bahwa industri jamu tradisional dapat berkembang secara kolaboratif tanpa meninggalkan akar budaya lokalnya.
Inovasi Produk: Jamu dengan Sentuhan Modern
Salah satu kekuatan Jamu Deka adalah keberanian berinovasi. Saat banyak produsen masih fokus pada racikan konvensional, Deka mencoba memadukan bahan-bahan tradisional dengan sayuran dan buah seperti wortel, tomat, dan lemon.
Kini, lebih dari 16 varian produk telah diproduksi, mulai dari jamu kering, jamu cair, hingga sirup herbal. Beberapa produknya bahkan dikemas dengan konsep yang lebih modern agar lebih mudah diterima generasi muda.

Varian Produk Jamu Deka Muntilan (Photo : Dwi Kuntari)
Tak hanya itu, Deka juga mengembangkan minuman berbahan dasar tradisional seperti gula asem dan beras kencur yang dikombinasikan dengan lidah buaya. Produk beras kencur aloe vera diberi nama unik “Belovera”, sementara minuman gula dan asam dikemas dengan label “Gulas”.
Pendekatan branding yang kreatif ini menjadi salah satu strategi agar jamu tidak lagi dipandang kuno, melainkan sebagai minuman sehat yang trendy dan relevan dengan gaya hidup masa kini.
Menembus Pasar Premium hingga Mancanegara
Berkat konsistensi kualitas dan inovasi produk, Jamu Deka berhasil membangun pasar yang loyal. Konsumennya tidak hanya berasal dari kalangan reguler, tetapi juga menyasar segmen premium.
Menariknya, saat pandemi melanda dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan meningkat, permintaan produk herbal turut melonjak. Momentum ini membawa produk Jamu Deka menembus pasar luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia.

Kelas Jamu Deka Muntilan (Photo: Dwi Kuntari)
Keberhasilan tersebut semakin diperkuat dengan lolosnya produk Jamu Deka dalam proses kurasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang menjadi bukti bahwa produk lokal Muntilan memiliki standar kualitas yang mampu bersaing.
Inspirasi UMKM Magelang
Kisah Dwi Kuntari menjadi contoh nyata bahwa UMKM di Magelang memiliki potensi besar untuk berkembang, bahkan hingga pasar internasional. Dengan memadukan tradisi, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, jamu tradisional bisa bertransformasi menjadi produk unggulan daerah.
Muntilan pun semakin dikenal bukan hanya sebagai wilayah bersejarah di Kabupaten Magelang, tetapi juga sebagai rumah bagi pelaku ekonomi kreatif yang berani berinovasi.
- Penulis: admin.vimags
- Editor: Yo Wen







Saat ini belum ada komentar