Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kilas Magelang » Pemkot Magelang Bangun Ruang Terbuka Hijau di Sidotopo

Pemkot Magelang Bangun Ruang Terbuka Hijau di Sidotopo

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 596
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kawasan Alun-alun Kota Magelang kini dinilai sudah terlalu padat dan riuh. Berbagai aktivitas ekonomi, hiburan, hingga kegiatan budaya yang terpusat di satu titik membuat ruang publik kebanggaan warga ini semakin sesak, terutama saat akhir pekan maupun event besar.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan bahwa kondisi Alun-alun saat ini sudah sangat crowded dan memerlukan solusi jangka panjang. Bahkan, saat momen refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Sri Harso di GOR Samapta, Sabtu (14/2/2026), ia menggambarkan kepadatan yang terjadi.

“Parkir kendaraan sampai di badan jalan,” ujarnya, menyoroti tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Ruang Terbuka Hijau Baru di Sidotopo

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Magelang menyiapkan lahan seluas kurang lebih 2,8 hektar di kawasan Sidotopo, Kecamatan Magelang Utara. Lokasinya cukup strategis, berada tepat di seberang Rumah Sakit Soerojo Magelang dan di depan Gedung Rektorat Universitas Tidar.

Konsep yang diusung bukan sekadar taman biasa, tetapi ruang publik terpadu dengan nuansa seperti “alun-alun baru”. Fasilitas yang direncanakan meliputi lapangan terbuka, jogging track, taman hijau, hingga area atau pojok kuliner untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Damar, rencana pembangunan ini telah melalui kajian, termasuk mempertimbangkan pemerataan simpul-simpul ekonomi dan penyebaran pusat keramaian agar tidak terfokus di satu titik saja. Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan.

“Kita rencanakan tahun ini dimulai pembangunannya. Tujuannya memang untuk memecah keramaian, karena Alun-alun saat ini sudah sangat crowded. Sidotopo nantinya jadi alternatif masyarakat menikmati ruang publik di Kota Magelang,” jelasnya.

Kualitas Alun-alun Dinilai Menurun

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Handini Rahayu, menambahkan bahwa kualitas ruang terbuka hijau harus dijaga dari aspek lingkungan, kenyamanan, keindahan, serta kerapian.

Ia menilai, saat ini aktivitas publik yang “tumplek blek” di Alun-alun membuat fungsi ruang terbuka hijau sebagai tempat bernapas dan relaksasi menjadi kurang optimal.

“Kegiatan ekonomi, kesenian, budaya semua terpusat di sana. Ruang itu untuk bernapas saja sudah kurang,” ungkapnya.

Masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa, dinilai membutuhkan ruang publik alternatif yang lebih nyaman dan representatif. Apalagi kawasan Sidotopo yang berdekatan dengan kampus Universitas Tidar memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas generasi muda.

Pekerjaan teknis proyek ini akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang. Tahun ini direncanakan dimulai pekerjaan fisik dengan estimasi anggaran sekitar Rp6–7 miliar. Jika berjalan sesuai rencana, dalam satu hingga dua tahun ke depan masyarakat sudah dapat menikmati ruang terbuka baru tersebut.

Pemerataan Ekonomi dan Visi Kota ASRI

Pembangunan ruang terbuka hijau di Sidotopo bukan hanya soal mengurangi kepadatan, tetapi juga bagian dari visi besar Kota Magelang sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang Harmonis, Humanis, Nyaman, dan Berkelanjutan.

Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Damar menegaskan bahwa evaluasi kinerja pemerintah dilakukan secara terbuka. Ia menyebut transparansi penting agar masyarakat dapat memberikan kritik konstruktif.

Selama satu tahun terakhir, fokus pemerintah kota juga diarahkan pada penataan visual kota dan pengelolaan sampah, sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Lingkungan yang tertata adalah fondasi utama bagi kesejahteraan ekonomi. Ketika kondisi kota Aman, Sehat, Resik, dan Indah terjaga, maka orang akan berkunjung, perdagangan bergerak, event tumbuh, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” paparnya.

Dengan hadirnya ruang terbuka hijau baru di Sidotopo, diharapkan distribusi keramaian dan aktivitas ekonomi di Kota Magelang menjadi lebih merata. Warga tak lagi hanya bergantung pada Alun-alun sebagai satu-satunya pusat kegiatan publik.

Ke depan, Sidotopo berpotensi menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati kuliner, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Bagi Kota Magelang, langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman, seimbang, dan berkelanjutan.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Pesona Dagi Abhinaya Yang Tersembunyi

    Pesona Dagi Abhinaya Yang Tersembunyi

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Candi Borobudur adalah wisata yang hampir semua orang dibelahan bumi ini mengetahuinya. Candi Borobudur kini tak hanya mempunyai Candi namun mempunyai banyak sekali wahana yang menarik. Selain wahana baru terdapat […]

  • Kekeringan Magelang Melanda 14 Kecamatan, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

    Kekeringan Magelang Melanda 14 Kecamatan, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Kekeringan dilaporkan melanda 14 kecamatan dan 31 desa, menyebabkan ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air […]

  • Menikmati Kuliner Khas Magelang: Kupat Tahu, Sego Godok, Sop Senerek, dan Mangut Beong

    Menikmati Kuliner Khas Magelang: Kupat Tahu, Sego Godok, Sop Senerek, dan Mangut Beong

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Magelang adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia yang menjadi tujuan wisata utama baik dari dalam maupun luar negeri. […]

  • Wajik Week Magelang, Kuliner Manis Sejuta Historis

    Wajik Week Magelang, Kuliner Manis Sejuta Historis

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Banyak daerah yang memiliki kuliner berbahan dasar beras ketan ini dengan nama yang berbeda-beda. Dan satu yang paling terkenal adalah Wajik Week Magelang yang legendaris itu. Wajik Week adalah wajik […]

  • Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

    Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Stigma tentang komunitas Tionghoa yang dianggap eksklusif di Indonesia ternyata tidak muncul secara alami, melainkan sengaja dibentuk oleh penjajah Belanda. Pecinan menjadi simbol eksklusivitas ini, meskipun awalnya dibentuk sebagai alat […]

  • Ayo Nglarisi Pasar Rakyat, Cara Kota Magelang Hidupkan Pasar Tradisional

    Ayo Nglarisi Pasar Rakyat, Cara Kota Magelang Hidupkan Pasar Tradisional

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sobat Vimags, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya menjaga denyut ekonomi pasar rakyat di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui gerakan “Ayo Nglarisi Pasar Rakyat […]

expand_less