Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tahukah Kamu » Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
  • visibility 454
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Stigma tentang komunitas Tionghoa yang dianggap eksklusif di Indonesia ternyata tidak muncul secara alami, melainkan sengaja dibentuk oleh penjajah Belanda. Pecinan menjadi simbol eksklusivitas ini, meskipun awalnya dibentuk sebagai alat kontrol Belanda terhadap etnis Tionghoa di Nusantara.

Tokoh Sejarah Muntilan

Harto Juwono, seorang tokoh Tionghoa dari Muntilan dengan gelar doktor sejarah dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa pembentukan Pecinan erat kaitannya dengan pemberontakan etnis Tionghoa pada 1740-1743. Konflik ini bermula di Batavia dan meluas ke sepanjang pantai utara Jawa.

Sejak VOC membangun Batavia pada 1619, kota tersebut didesain sebagai benteng pertahanan menghadapi kerajaan-kerajaan lokal. Untuk mengisi kota, VOC mendatangkan berbagai etnis, termasuk Tionghoa. Mereka bekerja di berbagai sektor, salah satunya sebagai penggiling tebu.

Namun, populasi Tionghoa yang meningkat menyebabkan persaingan kerja dan memicu pengangguran, yang berujung pada peningkatan kriminalitas. Untuk mengatasi masalah ini, VOC berencana mengirim sebagian etnis Tionghoa ke perkebunan di Sri Lanka. Sayangnya, isu tenggelamnya kapal pengangkut pekerja menimbulkan pemberontakan besar yang menjalar ke wilayah pesisir utara Jawa, seperti Lasem dan Jepara.

Sebagai respons, Baron Van Imhoff, yang menggantikan Gubernur Jenderal Val Ckenier, mengeluarkan kebijakan mengarantina etnis Tionghoa dalam kampung khusus yang dikenal sebagai Pecinan. Pecinan pertama didirikan di Glodok, Jakarta, dengan tujuan mempermudah pengawasan. Orang Tionghoa yang ingin keluar-masuk harus memiliki surat jalan dari pemerintah Belanda, berbeda dengan penduduk pribumi yang bebas bergerak tanpa izin.

Meski terisolasi, komunitas Tionghoa tidak terlalu keberatan karena mendapat fasilitas lebih baik dibandingkan pribumi, seperti lokasi strategis dan hak mewariskan tanah serta bangunan. Kepala kampung atau Wijk Mister biasanya dipilih dari kalangan Tionghoa terkaya, yang bertanggung jawab atas pajak komunitas.

Perkembangan Pecinan Muntilan

Di Muntilan, Pecinan mulai berkembang saat Perang Diponegoro (1825-1830), seiring penerapan strategi Benteng Stelsel oleh Belanda. Etnis Tionghoa memasok kebutuhan logistik bagi tentara Belanda di benteng-benteng tersebut. Kampung benteng pertama di Muntilan muncul pada 1828 di Sleko, yang mencatatkan keberadaan komunitas Tionghoa di daerah itu.

Pecinan Muntilan terus berkembang, termasuk berdirinya Klenteng Hok An Kiong. Awalnya, klenteng ini berada di sebelah barat Jalan Pemuda Muntilan dan terbuat dari bambu. Lokasi klenteng berpindah pada 1905 ke tempatnya sekarang. Di halaman klenteng dahulu terdapat pasar Muntilan, yang kemudian dipindahkan pada 1935 karena meningkatnya jumlah pedagang. Bukti sejarah berupa keramik dan angka tahun 1878 ditemukan di altar klenteng ini, menandakan jejak panjang komunitas Tionghoa di Muntilan.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Tahukah kamu bahwa Tradisi Saparan masih terus dilestarikan oleh masyarakat Magelang hingga saat ini? Tradisi ini merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna spiritual, sosial, dan kebersamaan. Saparan […]

  • Mengenal Menara Air yang Menjadi Landmark Kota Magelang

    Mengenal Menara Air yang Menjadi Landmark Kota Magelang

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Tahukah kamu kalau menara air yang berada di Alun Alun Kota Magelang sudah berusia 100 tahun? Walaupun sudah berumur 100 tahun menara air yang juga merupakan landmark Kota Magelang tersebut […]

  • Plataran Resort Borobudur, Butik Hotel Terbaik di Magelang

    Plataran Resort Borobudur, Butik Hotel Terbaik di Magelang

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Plataran Resort Borobudur merupakan salah satu destinasi mewah yang menyajikan pengalaman menginap tak terlupakan di Magelang, Jawa Tengah. Terletak di kawasan yang strategis, hanya beberapa kilometer dari Candi Borobudur, resor […]

  • Grand Artos Hotel & Convention: Akomodasi Ideal untuk Liburan dan Bisnis di Magelang

    Grand Artos Hotel & Convention: Akomodasi Ideal untuk Liburan dan Bisnis di Magelang

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Grand Artos Hotel & Convention adalah hotel bintang empat yang terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Menyajikan fasilitas mewah dan pelayanan profesional, hotel ini menjadi pilihan utama bagi wisatawan maupun […]

  • Cabai Magelang Jadi Favorit Pedagang Yogyakarta, Ini Keunggulannya

    Cabai Magelang Jadi Favorit Pedagang Yogyakarta, Ini Keunggulannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Komoditas pertanian asal Magelang kembali mencuri perhatian. Cabai Magelang disebut menjadi pilihan utama pedagang dan konsumen di Kota Yogyakarta karena kualitasnya yang dinilai lebih unggul dibandingkan daerah lain. Fenomena ini […]

  • Ayo Nglarisi Pasar Rakyat, Cara Kota Magelang Hidupkan Pasar Tradisional

    Ayo Nglarisi Pasar Rakyat, Cara Kota Magelang Hidupkan Pasar Tradisional

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sobat Vimags, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya menjaga denyut ekonomi pasar rakyat di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui gerakan “Ayo Nglarisi Pasar Rakyat […]

expand_less