Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tahukah Kamu » Tahukah Kamu Apa itu Topeng Ireng Dayakan

Tahukah Kamu Apa itu Topeng Ireng Dayakan

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Topeng Ireng atau yang dikenal dengan sebutan Dayakan merupakan kesenian tradisional yang berkembang di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tarian Topeng Ireng atau Dayakan adalah bentuk tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo. Tarian Topeng Ireng atau Dayakan hampir mirip dangan suku indian di amerika atau suku dayak di kalimantan

Nama Topeng Ireng sendiri berasal dari kata Toto Lempeng Irama Kenceng. Toto artinya menata, lempeng berarti lurus, irama berarti nada, dan kenceng berarti keras. Oleh karena itu, dalam pertunjukan Topeng Ireng para penarinya berbaris lurus dan diiringi musik berirama keras dan penuh semangat.

Sejarah Topeng Ireng / Dayakan

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, kesenian Topeng Ireng mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi Merbabu sejak zaman penjajahan Belanda dan dilanjutkan perkembangannya tahun 1960-an. Pada saat zaman Pemerintahan Belanda, pemerintah jajahan pada masa lalu melarang masyarakat berlatih silat sehingga warga mengembangkan berbagai gerakan silat itu menjadi tarian rakyat. Tarian itu diiringi dengan musik gamelan dan tembang Jawa yang intinya menyangkut berbagai nasihat tentang kebaikan hidup dan penyebaran agama Islam. Setelah itu perkembangan Seni Pertunjukan Topeng Ireng berkembang apabila umat Islam membangun masjid atau mushola, sebelum mustaka (kubah) dipasang maka mustaka tersebut akan diarak keliling desa. Kirab tersebut akan diikuti seluruh masyarakat disekitar masjid dengan tarian yang diiringi rebana dan syair puji-pujian. Dalam perjalanannya kesenian tersebut berkembang menjadi kesenian Topeng Ireng.

Daya Tarik Topeng Ireng

Daya tarik utama yang dimiliki oleh kesenian Topeng Ireng tentu saja terletak pada kostum para penarinya. Hiasan bulu warna-warni serupa mahkota kepala suku Indian menghiasi kepala setiap penari. Senada dengan mahkota bulunya, riasan wajah para penari dan pakaian para penari juga seperti suku Indian. Berumbai-rumbai dan penuh dengan warna-warna ceria. Sedangkan kostum bagian bawah seperti pakaian suku Dayak, rok berumbai-rumbai. Untuk alas kaki biasanya mengenakan sepatu gladiator atau sepatu boot dengan gelang kelintingan yang hampir 200 buah setiap pemainnya dan menimbulkan suara riuh gemerincing di tiap gerakannya.

Setiap pertunjukan Topeng Ireng akan riuh rendah diiringi berbagai bunyi-bunyian dan suara. Mulai dari suara hentakan kaki yang menimbulkan bunyi gemerincing berkepanjangan, suara teriakan para penari, suara musik yang mengiringi, hingga suara penyanyi dan para penonton. Musik yang biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan Topeng Ireng adalah alat musik sederhana. Alat musik seperti gamelan, kendang, terbang, bende, seruling, dan rebana. Alunan musik ritmis yang tercipta akan menyatu dengan gerak dan teriakan para penari sehingga pertunjukan Topeng Ireng terlihat atraktif, penuh dengan kedinamisan dan religiusitas. Biasanya penarinya terdiri dari 10 orang atau lebih dan membentuk formasi persegi atau melingkar. Tentunya dengan gerak tari tubuh yang tidak terlalu kompleks. Para penari juga terlihat sangat ekspresif dalam membawakan tariannya.

Topeng Ireng Mudah Dipelajari

Tarian Topeng Ireng sebenarnya mudah untuk dipelajari karena gerakannya yang sederhana. Tidak ada gerak tubuh yang rumit, karena yang menjadi poin utama dari tarian ini adalah kekompakan. Semakin banyak penari yang turut serta, maka semakin indah kolaborasi yang tercipta. Berhubung Topeng Ireng diciptakan sebagai kolaborasi antara syiar agama Islam dan ilmu pencak silat, tarian para penarinya juga berasal dari gerakan-gerakan pencak silat yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.

Satu lagi yang menjadi keistimewaan tarian Topeng Ireng dibandingkan kesenian rakyat lainnya adalah gerakannya yang tidak monoton. Dari waktu ke waktu inovasi baru selalu dilakukan dalam tiap pertunjukan Topeng Ireng. Pengembangan unsur-unsur artistik dan koreografi dilakukan supaya penontonnya tidak mengalami kebosanan sekaligus untuk menarik minat kaum muda agar mau bergabung menjadi anggota kelompok Topeng Ireng.

Jenis Tarian Topeng Ireng

Pertunjukan Topeng Ireng sendiri terbagi menjadi dua jenis tarian. Yang pertama adalah Rodat yang berarti dua kalimat syahadat. Tarian ini ditampilan dengan gerakan pencak silat sederhana serta diiringi lagu-lagu syiar Islami. Jenis tarian lainnya adalah Monolan yang melibatkan penari dengan kostum hewan. Tarian ini melibatkan unsur mistik serta gerak pencak silat tingkat tinggi. Durasi pertunjukan Topeng Ireng sangat fleksibel, tidak ada peraturan khusus mengenai lamanya tarian. Penampilan para penari bisa dibuat 15 menit, 10 menit, bahkan 5 menit saja.

  • Penulis: admin.vimags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi Untuk Kamu

  • RS Padma Lalita Muntilan: Berdiri, Meredup dan Nasib Terkini

    RS Padma Lalita Muntilan: Berdiri, Meredup dan Nasib Terkini

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sejarah Singkat RS Padma Lalita di Magelang Rumah Sakit Umum Padma Lalita merupakan salah satu fasilitas kesehatan swasta yang berdiri di Kabupaten Magelang, tepatnya di Jalan Klangon Km 1, Pucungrejo, […]

  • Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama

    Pendapatan Wisata Magelang Turun di 2025, Pemugaran Candi Mendut dan Daya Beli Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Magelang pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hanya menyentuh angka Rp 4,2 […]

  • Tahukah kamu Kesenian Jathilan

    Tahukah kamu Kesenian Jathilan

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Arti Jathilan Mungkin bagi orang di luar Jawa adalah asing dengan kesenian Jathilan. Jathilan merupakan kesenian dari Jawa dan khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jathilan juga sering dikenal dengan sebutan […]

  • Veronika Desi: Content Creator & Travel Blogger Magelang Inspiratif Promosikan Wisata Lokal

    Veronika Desi: Content Creator & Travel Blogger Magelang Inspiratif Promosikan Wisata Lokal

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle admin.vd
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Prestasi dan Pengakuan sebagai Influencer Magelang Dedikasi dan konsistensi Veronika dalam menciptakan konten berkualitas membuahkan berbagai prestasi. Ia pernah meraih Best Content Creator Kategori Traveling dari Kementerian Komunikasi dan Digital, […]

  • Nikmatnya Sop Empal Legendaris Bu Haryoko Muntilan

    Nikmatnya Sop Empal Legendaris Bu Haryoko Muntilan

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Buat kamu yang sedang menempuh perjalanan dari Magelang ke Jogja, atau dari Jogja ke Magelang. Perut terasa lapar? Jangan Khawatir, kamu bisa mampir di Kota Muntilan dan menyantap Sop Empal Legendaris […]

  • Tahukah Kamu Apa itu Kesenian Tari Soreng

    Tahukah Kamu Apa itu Kesenian Tari Soreng

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kesenian Tari Soreng merupakan kesenian asli masyarakat Jawa yang konon merupakan pengejawantahan babad atau cerita rakyat. Tari Soreng dimainkan dalam upacara adat atau hajatan besar yang terjadi. Kesenian Soreng yang […]

expand_less