Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD

Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
  • visibility 392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bukit Rhema atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam menjadi perhatian publik karena keunikan bangunannya. Beberapa media nasional dan internasional pun tak ketinggalan meliput bangunan unik yang berdiri di atas bukit ini.

Dulu, jika kita berwisata ke Yogyakarta atau Magelang pasti umumnya mengunjungi Candi Borobudur. Sekarang, banyak tempat wisata favorit yang bisa kalian datangi, salah satunya Gereja Ayam Magelang. Lokasinya tidak jauh dari Candi Borobudur hanya sekitar 3 Km dari Candi Borobudur.

Bukit Rhema Berada di Atas Bukit

Bukit Rhema berdiri di atas Bukit Menoreh yang bisa dibilang masih hutan pada saat itu. Dari tempat ini kita bisa melihat Candi Borobudur dan pemandangan indah perbukitan ataupun lembah persawahan yang hijau membentang.

Kedai Bukit Rhema Magelang

Jurnalis Visitmagelang.id berhasil menemui pendiri Bukit Rhema (Gereja Ayam), Daniel Alamsjah (75). Pria kelahiran Lampung ini masih terlihat gagah meski saat ini usianya akan memasuki 76 tahun.

Daniel masih aktif mengontrol project pembangunan Bukit Rhema yang mulai dibangun tahun 1992 dan saat ini dalam proses penyelesaian dan pengembangan.

Pendiri Gereja Ayam Merupakan Lulusan SD

Dibalik ketenaran Bukit Rhema atau Gereja Ayam Magelang yang telah mendunia, siapa sangka Daniel Alamsjah hanya lulusan Sekolah Rakyat.

Daniel sendiri lah yang merancang bentuk dan design bangunan berbentuk merpati terbesar di dunia ini. Bahkan Swiss Federal Institute of Technology memutuskan membuat miniatur bangunan Bukit Rhema untuk dipamerkan di Zurich. Hal tersebut karena keunikan arsitekturnya dan proses pembangunannya secara manual.

Ruang Doa dengan gaya arsitektur yang unik

Banyak orang bertanya ke saya, bapak lulusan universitas mana? Mereka kaget ketika saya jawab hanya lulusan SD, tegas Daniel ke Visit Magelang.

Masa muda Daniel tidaklah enak, ia dilahirkan di keluarga yang sangat sederhana sehingga hari harinya dilewatkan dengan sangat menyedihkan.

Hampir tiap hari hanya makan dengan jagung, bila makan nasipun harus makan nasi yang banyak batunya, kenang Daniel.

Di masa tuanya ia bermimpi karyanya akan banyak dikunjungi wisatawan manca negara, sesuai dengan visi yang ia dapat “Segala Bangsa akan berduyun duyun kesana”.

Sepertinya mimpi itu segera terwujud karena menurut Denmas, Head of Marketing Bukit Rhema menyebutkan saat ini Bukit Rhema telah dikunjungi setidaknya wisatawan dari 14 negara.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Genthong Homestay, Penginapan Nyaman di Borobudur

    Genthong Homestay, Penginapan Nyaman di Borobudur

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Kawasan wisata Candi Borobudur di Kabupaten Magelang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia. Tak heran jika banyak homestay bertebaran di sekitar kawasan ini untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Namun, di […]

  • Magelang, Kota Idaman untuk Slow Living dan Masa Pensiun

    Magelang, Kota Idaman untuk Slow Living dan Masa Pensiun

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Kota Magelang, Jawa Tengah, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik bagi mereka yang mendambakan gaya hidup tenang (slow living) atau hendak menikmati masa pensiun. Dukungan dari Pemerintah Kota Magelang […]

  • Pemkot Magelang Bangun Ruang Terbuka Hijau di Sidotopo

    Pemkot Magelang Bangun Ruang Terbuka Hijau di Sidotopo

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Kawasan Alun-alun Kota Magelang kini dinilai sudah terlalu padat dan riuh. Berbagai aktivitas ekonomi, hiburan, hingga kegiatan budaya yang terpusat di satu titik membuat ruang publik kebanggaan warga ini semakin […]

  • Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Tahukah kamu bahwa Tradisi Saparan masih terus dilestarikan oleh masyarakat Magelang hingga saat ini? Tradisi ini merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna spiritual, sosial, dan kebersamaan. Saparan […]

  • Cabai Magelang Jadi Favorit Pedagang Yogyakarta, Ini Keunggulannya

    Cabai Magelang Jadi Favorit Pedagang Yogyakarta, Ini Keunggulannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Komoditas pertanian asal Magelang kembali mencuri perhatian. Cabai Magelang disebut menjadi pilihan utama pedagang dan konsumen di Kota Yogyakarta karena kualitasnya yang dinilai lebih unggul dibandingkan daerah lain. Fenomena ini […]

  • Nasi Goreng Magelangan

    Tahukah Kamu? Nasi Goreng Magelangan, Kuliner Khas Magelang yang Unik dan Mengenyangkan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 1.702
    • 0Komentar

    Jika berkunjung ke Magelang, jangan heran bila menemukan menu nasi goreng magelangan hampir di setiap angkringan atau warung malam. Sekilas terlihat seperti nasi goreng biasa, namun siapa sangka kuliner inNai […]

expand_less