Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Mengenang Sejarah Kota Magelang Melalui Prosesi Grebeg Gethuk

Mengenang Sejarah Kota Magelang Melalui Prosesi Grebeg Gethuk

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
  • visibility 391
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tradisi yang selalu dinantikan masyarakat Magelang untuk mengenang Sejarah Kota Magelang adalah Prosesi Grebeg Gethuk. Ribuan warga magelang berkumpul di Alun Alun Kota Magelang untuk mengikuti prosesi Grebeg Gethuk yang biasanya digelar pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun Kota Magelang.

Pada perayaan HUT Magelang tahun ini yang ke 1.111 tahun, Dua gunungan yang disusun atas ribuan gethuk menjadi ikon utama tradisi ini. Gethuk adalah makanan terbuat dari singkong khas dari Kota Magelang. Tradisi Grebeg Gethuk mirip dengan tradisi Grebeg yang ada di Solo dan Yogyakarta.

Tujuan & Prosesi Grebeg Gethuk Magelang

Tujuan Tradisi Grebeg Gethuk yaitu untuk mengenang catatan singkat bagaimana Kota Magelang berdiri ribuan tahun silam.

Prosesi diawali dengan iring-iringan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, dan sejumlah pejabat daerah setempat, menaiki kereta kencana. Selanjutnya mereka berkumpul di panggung di tengah Alun-alun bersama warga.

Prosesi Grebeg Gethuk di Magelang

Lalu, prosesi kirab 17 gunungan palawija dan potensi dari 17 kelurahan di Kota Magelang. Kirab ini diringi penampilan seni tari untuk menarik dewan juri yang menilainya. Secara historis, kirab gunungan palawija ini merupakan simbol persembahan atau upeti rakyat kepada pemimpin.

Usai kirab, digelar upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sigit Widyonindito. Pesertanya adalah ratusan perwakilan warga dan pejabat yang seluruhnya mengenakan busana adat jawa, termasuk aba-aba yang dipakai juga Bahasa Jawa.

Proses dilanjutkan dengan tarian kolosal “Babad Mahardika” oleh 200 pelajar dan seniman Magelang.

Tari yang dimainkan dengan atraktif itu menceritakan tentang sejarah Kota Magelang. Ada bermacam tarian, yakni tari kerakyatan, ritual, rampok, dan tari prajurit.

Sejarah dimulai ketika banyak musuh luar menyerbu untuk menguasai Magelang. Wilayah ini dahulu dikenal dengan wilayah “transit” orang-orang luar Magelang yang hendak beribadah di dataran tinggi atau puncak gunung-gunung yang mengelilingi Magelang.

Dari aktivitas itu tejadilah akulturasi perdagangan, budaya, sosial dan sebagainya. Singkat cerita, raja Diah Balitung, penguasa pulau Jawa kala itu, memberikan perdikan (kemerdekaan) kepada rakyat.
Mereka pun menyambutnya dengan suka cita. Sejarah Kota Magelang ini tertulis dalam prasasti Poh, juga prasasti Mantiasih yang kini menjadi kampung Meteseh, Kota Magelang. Grebeg Gethuk ini selain sebagai wujud sukacita, Tradisi ini juga menciptakan kesadaran kebudayaan generasi sekarang.

Kesan dari Wali Kota Magelang

Sigit Widyonindito, mantan Wali Kota Magelang, menyambut gembira dengan antusias masyarakat yang selalu tinggi terhadap tradisi ini. Mereka ikut terlibat dalam rangkaian grebeg gethuk setiap tahun.

Partisipasi masyarakat luar biasa. Acara ini didukung banyak pihak, seperti seniman, sekolah, instansi swasta, dan masih banyak pihak lagi. Selalu ada suasana yang berbeda tiap tahunnya saat prosesi grebeg gethuk dilaksanakan.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Makan Prasmanan Masakan Jawa di Kampung Ulam Borobudur photo_camera 6

    Makan Prasmanan Masakan Jawa di Kampung Ulam Borobudur

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Kalau kamu sedang wisata ke Borobudur dan ingin menikmati masakan Jawa autentik, Kampung Ulam bisa jadi pilihan tepat. Mengusung konsep prasmanan, pengunjung bebas memilih sendiri aneka lauk dan sayur sesuai […]

  • Tahukah Kamu Apa itu Kesenian Tari Soreng

    Tahukah Kamu Apa itu Kesenian Tari Soreng

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Kesenian Tari Soreng merupakan kesenian asli masyarakat Jawa yang konon merupakan pengejawantahan babad atau cerita rakyat. Tari Soreng dimainkan dalam upacara adat atau hajatan besar yang terjadi. Kesenian Soreng yang […]

  • Pemkab Magelang Digitalisasi Sistem Keprotokolan dan Dokumentasi

    Pemkab Magelang Digitalisasi Sistem Keprotokolan dan Dokumentasi

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Sobat Vimags, Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Kali ini, digitalisasi menyasar bidang keprotokolan, dokumentasi pimpinan, hingga pengelolaan sarana dan prasarana. Pemkab Magelang meluncurkan dua […]

  • Tahukah Kamu? Candi Mendut Lebih Tua dari Candi Borobudur

    Tahukah Kamu? Candi Mendut Lebih Tua dari Candi Borobudur

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Banyak orang mengenal Candi Borobudur sebagai ikon utama Magelang dan salah satu keajaiban dunia. Namun, tahukah kamu bahwa Candi Mendut justru lebih tua dari Borobudur? Meski ukurannya lebih kecil, Candi […]

  • Menikmati Kuliner Khas Magelang: Kupat Tahu, Sego Godok, Sop Senerek, dan Mangut Beong

    Menikmati Kuliner Khas Magelang: Kupat Tahu, Sego Godok, Sop Senerek, dan Mangut Beong

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Magelang adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia yang menjadi tujuan wisata utama baik dari dalam maupun luar negeri. […]

  • Dari Muntilan untuk Dunia: Jamu Deka Naik Kelas photo_camera 6

    Dari Muntilan untuk Dunia: Jamu Deka Naik Kelas

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Di tengah tren hidup sehat, jamu tradisional kembali digemari. Salah satu yang ikut mengangkat herbal lokal adalah Dwi Kuntari, pengusaha muda asal Pucungrejo, Muntilan, Kabupaten Magelang. Lewat brand Jamu Deka, […]

expand_less