Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Tour de Borobudur XXIV: Mengangkat Pariwisata Jawa Tengah Melalui Sport Tourism

Tour de Borobudur XXIV: Mengangkat Pariwisata Jawa Tengah Melalui Sport Tourism

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tour de Borobudur (TdB) XXIV 2024 sukses digelar pada Sabtu (7/12/2024), melibatkan 400 pesepeda dari berbagai daerah dan mancanegara. Event ini menjadi salah satu ajang olahraga sepeda terbesar di Jawa Tengah, dengan konsep sport tourism yang bertujuan mempromosikan potensi wisata dan budaya lokal.

Tahun ini, TdB mengambil Kampung Seni Borobudur (KSB) Kujon, Magelang, sebagai titik start dan finish. KSB juga diperkenalkan sebagai destinasi wisata baru yang melengkapi kawasan prioritas pariwisata Candi Borobudur.

Sport Tourism untuk Pariwisata dan Ekonomi

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa TdB menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata. Event ini melibatkan partisipasi aktif wisatawan dan pesepeda dalam mengenal keindahan alam serta budaya lokal.

“Setelah sukses dengan Borobudur Marathon, Tour de Borobudur hadir untuk kembali mengangkat potensi wisata prioritas seperti Candi Borobudur dan sekitarnya. Ini juga sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang banyak ditopang sektor konsumsi,” ungkap Sumarno.

Ratusan pesepeda mengikuti Tour de Borobudur XXIV 2024 di Magelang (Foto: Antara)

Peserta menempuh rute sepanjang 129,58 kilometer yang melintasi tiga kabupaten, yaitu Magelang, Purworejo, dan Kulon Progo. Rute ini menyuguhkan panorama eksotis pegunungan Menoreh, persawahan, dan desa-desa wisata, yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi peserta.

Mengangkat Potensi Lokal

Kampung Seni Borobudur tidak hanya menjadi titik awal dan akhir perjalanan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas yang memperkenalkan produk unggulan UMKM lokal. Dari kerajinan gerabah, pakaian, hingga kuliner khas, peserta dan pengunjung dapat langsung menikmati kekayaan budaya Borobudur.

Hendra Dharmanto, Ketua Panitia TdB, menegaskan bahwa KSB dipilih untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di sekitar Borobudur. “Kami ingin memperkenalkan desa-desa wisata dan UMKM yang ada di sini. Peserta bisa menikmati tarian tradisional, makanan lokal, hingga membeli cinderamata khas,” jelasnya.

Lebih dari Sekadar Olahraga

Tour de Borobudur tidak hanya mengutamakan olahraga, tetapi juga menawarkan pengalaman mengenal budaya dan alam secara mendalam. Peserta disambut dengan tarian tradisional di beberapa titik, mencicipi kuliner lokal, serta menikmati keramahan warga setempat.

“Olahraga sepeda ini mengajak peserta mengenal lebih dekat potensi wisata di Jawa Tengah. Harapan kami, mereka akan kembali membawa cerita dan mengajak lebih banyak orang datang ke sini,” tambah Sumarno.

Event ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas jangkauan pariwisata melalui konsep sport tourism. Dengan rute yang berubah setiap tahunnya, Tour de Borobudur konsisten memperkenalkan destinasi-destinasi baru di Jawa Tengah.

Tour de Borobudur XXIV menjadi bukti bahwa sinergi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi lokal mampu menciptakan dampak positif yang signifikan. Ajang ini diharapkan terus berkembang dan menarik lebih banyak peserta di masa mendatang.

  • Penulis: admin.vimags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi Untuk Kamu

  • Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD Play Button

    Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Bukit Rhema atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam menjadi perhatian publik karena keunikan bangunannya. Beberapa media nasional dan internasional pun tak ketinggalan meliput bangunan unik yang berdiri di […]

  • Sewa VW Safari Borobudur: Cara Seru Keliling Desa Wisata Magelang dengan VW Klasik

    Sewa VW Safari Borobudur: Cara Seru Keliling Desa Wisata Magelang dengan VW Klasik

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Magelang selalu punya cara istimewa untuk membuat perjalanan terasa berbeda. Selain menikmati kemegahan Candi Borobudur, kamu bisa mencoba pengalaman yang lebih unik dan berkesan: sewa VW Borobudur untuk keliling desa […]

  • Rehabilitasi Gangguan Jiwa Dengan Terapi Terpadu Hadir di Magelang Play Button

    Rehabilitasi Gangguan Jiwa Dengan Terapi Terpadu Hadir di Magelang

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Tingginya angka depresi yang berujung dengan gangguan jiwa dan bunuh diri pada kota – kota besar tidak hanya menjadi perhatian pemerintah. Ternyata seorang yang Daniel Alamsjah turut concern terhadap generasi […]

  • Grand Artos Hotel & Convention: Akomodasi Ideal untuk Liburan dan Bisnis di Magelang

    Grand Artos Hotel & Convention: Akomodasi Ideal untuk Liburan dan Bisnis di Magelang

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Grand Artos Hotel & Convention adalah hotel bintang empat yang terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Menyajikan fasilitas mewah dan pelayanan profesional, hotel ini menjadi pilihan utama bagi wisatawan maupun […]

  • Minuman Khas Magelang Yang Segar, Wedang Kacang Kebon

    Minuman Khas Magelang Yang Segar, Wedang Kacang Kebon

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sebuah warung sederhana yang terletak di Jalan Pajang, Desa Semplon, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang, setiap sore hingga malam selalu disesaki pengunjung. Warung yang berukuran cukup kecil dan berada di samping […]

  • Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

    Tahukah Kamu Sejarah Pecinan Muntilan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Stigma tentang komunitas Tionghoa yang dianggap eksklusif di Indonesia ternyata tidak muncul secara alami, melainkan sengaja dibentuk oleh penjajah Belanda. Pecinan menjadi simbol eksklusivitas ini, meskipun awalnya dibentuk sebagai alat […]

expand_less