Wajik Week Magelang, Kuliner Manis Sejuta Historis

4.5/5 (2)

Berapa rating lokasi ini menurut kamu?

Banyak daerah yang memiliki kuliner berbahan dasar beras ketan ini dengan nama yang berbeda-beda. Dan satu yang paling terkenal adalah Wajik Week Magelang yang legendaris itu. Wajik Week adalah wajik buatan keluarga Ong Gweek Nio, pengusaha aneka jajanan yang telah berdiri sejak 1939. Nama Wajik Week dipetik dari kata ‘Gweek’ yang ada di nama Ong Gweek Nio. Ong Gweek Nio sendiri sebenarnya bukan perintis bisnis wajik ini. Yang memulai usaha wajik pada 1939 adalah neneknya, Ong King Liem. Dahulu, yang dibuat bukan hanya wajik saja, melainkan segala macam jajanan tradisional Jawa, semisal onde-onde, juadah, kriptik tempe, dan juga peyek udang dan ikan. Namun, dari banyak jajanan yang dibuatnya, wajik menjadi jajanan paling laris. Ketika Ong King Liem meninggal, barulah Ong Gweek Nio (anak ke-4) meneruskan usaha makanan ini, dan memperluas penjualan ke kecamatan dan kabupaten lain. Ong Gweek Nio menjalani bisnis ini hingga akhirnya meninggal dunia pada 1972.

Sepeninggal Ong Gweek Nio, usaha diambil alih adik perempuannya, Ong Hwa Nio. Sang adik berhasil memodernkan cara produksi, menghentikan produksi onde-onde, tapi tak sukses memasarkan. Ketika akhirnya meninggal dunia pada 1979, bisnis diteruskan abangnya, Ong Joe Tjoan. Sayangnya, pria ini lebih tak lihai lagi dalam berbisnis dan 10 bulan kemudian meninggal dunia. Sepeninggal Ong Joe Tjoan, usaha makanan ini jadi tak ada yang mengurus, hingga akhirnya Untung Sugianto memutuskan meninggalkan pekerjaannya untuk mengurusi bisnis wajik.

Di tangan Sugianto bisnis ini berkibar hingga sekarang. Ia mempermodern cara produksi, meski tetap menggunakan wajan tembaga sebagai syarat utama dalam memproduksi wajik. Ia juga membangun armada distribusi sendiri, karena wajik tergolong makanan yang tak terlalu tahan lama. Pada 1986, Sugianto pun mendaftarkan ‘Week’ sebagai merek dagang. Meski begitu, sebutan Week saja, seperti terlihat di papan nama toko, baru dikenal di tahun-tahun belakangan. Di era 80-an dan 90-an orang masih ingat kalau wajik buatan Sugianto dipasarkan dengan nama wajik Nyonya Week. Yang tetap sama adalah gambar kepala burung garuda yang jadi latar belakang merek Week.

Baca Juga :   7 Wisata Kuliner Magelang Yang Aman Buat Kantong

Kini Wajik Week menjadi salah satu oleh-oleh khas dan wajib dari Magelang. Rasanya hanya ada dua macam: gula kelapa (warna coklat) dan pandan (warna hijau). Semula wajik ini dibungkus dengan daun pisang atau koran bekas, tapi kini sudah diperbarui menjadi kardus. Pernah juga wajik dibungkus dengan kertas minyak yang disablon logo. Kualitas wajik tetap mempertahankan takaran sesuai resep aslinya. Tak heran jika disetiap gigitan tak akan ada sedikitpun ketan yang belum matang karena kematangannya sempurna.

Wajik Week tak menggunakan bahan pengawet, jadi hanya bisa bertahan paling lama lima hari saja.  Makanan legit dan cukup mengenyangkan ini dapat diperoleh di hampir setiap toko oleh-oleh yang ada di Magelang dan sekitarnya, atau langsung di pusatnya, yaitu di Jl. Kauman 86 Salaman, Magelang. Salah satu keuntungan membeli dipusatnya adalah lebih fresh karena terkadang masih cukup hangat. Harganya relatif murah. Satu kotak kecil dengan berat 425 gram dibandrol dengan harga 18an ribu rupiah. Sangat sepadan dengan rasa dan kualitas yang didapat.

Jadi, pastikan untuk membawa oleh-oleh ini sepulang dari Magelang. Belum ke Magelang rasanya jika tak mencicipi Wajik Week khas Magelang. Selamat mencoba!

Peta Lokasi Wajik Week Magelang

Artikel ini sedang diikutkan Lomba Menulis Artikel Kuliner Magelang 2017