Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Mengenal Menara Air yang Menjadi Landmark Kota Magelang

Mengenal Menara Air yang Menjadi Landmark Kota Magelang

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tahukah kamu kalau menara air yang berada di Alun Alun Kota Magelang sudah berusia 100 tahun? Walaupun sudah berumur 100 tahun menara air yang juga merupakan landmark Kota Magelang tersebut masih berfungsi dengan baik. Hebatnya lagi walaupun telah memasuki usia 100 tahun, bangunan menara air ini belum pernah mengalami renovasi apapun. Tak heran kalau menara air Magelang ini merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Magelang dengan jargon Kota Sejuta Bunga ini.

Sejarah Pembangunan Menara Air Magelang

Menara Air yang menjadi landmark Kota Magelang dirancang oleh seorang Arsitek berkebangsaan Belanda yang bernama Thomas Kharsten. Menara air yang saat ini dikelola PDAM Kota Magelang ini mampu menampung 1.750 juta liter. Ditopang oleh 32 pilar ukuran besar, luas bangunannya mencapai 526 M2 dan memiliki ketinggian 23 meter. Saat pembangunannya ada pekerja yang meninggal karena terjatuh.

Menara air ini dibangun pada tahun 1916. Tujuan utama pembangunannya adalah untuk mengamankan persediaan air minum. Persediaan air minum untuk tentara militer Belanda maupun warga Belanda yang tinggal di Kota Magelang. Agar para tentara dan warga Belanda terlindungi dari upaya peracunan maupun pencemaran, sehingga dibuatlah menara air raksasa. Saat itu kawasan alun-alun selalu dijaga ketat oleh tentara Belanda bersenjata lengkap.

Alun-alun Kota Magelang (Foto: disporapar.magelangkota.go.id)

Setelah menara air berdiri Pemerintah Kolonial Belanda menarik air dari desa Kalegen, Bandongan, Kabupaten Magelang yang berjarak 10 kilometer. Menggunakan tiga pipa besar berdiameter 50 cm, jutaan liter air disedot ke tempat penjernihan selanjutnya ditarik pompa supaya mengisi bak raksasa.

Kemegahan Menara Air Magelang

Bagian paling bawah yang bentuknya melingkar ini dulunya merupakan bangunan yang diperuntukan untuk laboratorium, pelayanan pelanggan, ruang admintrasi dan ruang pengontrol air. Jika dijumlah dengan pintu masuk dan kamar kecil, jumlah ruangan ruangan yang ada di lingkaran bawah berjumlah 16 ruangan.

Untuk menghubungkan dengan bangunan atas yang berfungsi menampung air. Selain pilar yang berjumlah 32, juga ada tangga melingkar yang terlihat dari luar seperti tiang beton dengan diameter 3 meter. Didalam beton tersebut terdapat tangga dengan tiga tingkat yang terdiri dari 18 anak tangga. Tangga tersebut menghubungkan lingkaran bawah dengan lingkaran diatas. Dibagian atas tempat penampungan air tersebut terdapat ruang kecil dan menara yang berfungsi sebagai sirene yang menunjukan waktu pada zaman dahulu.

Selain itu ada sebuah ruang yang hampa yang difungsikan untuk mengatur tekanan air. Untuk mengontrol dan menggerakan air agar sampai kepelanggan, di menara tersebut terdapat tiga alat pengontrol air yang berfungsi sebagai mesin pemompa untuk mendistribusikan air.

Sekarang Menara air peninggalan Belanda ini dimanfaatkan oleh PDAM kota Magelang untuk menyediakan air bersih untuk warga sekitar. Menara Air ini menjadi salah satu landmark atau ikon kota Magelang yang penuh dengan nilai historisnya.

  • Penulis: admin.vimags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi Untuk Kamu

  • Tahukah Kamu Sate Pisang Adalah Sate Legendaris Magelang

    Tahukah Kamu Sate Pisang Adalah Sate Legendaris Magelang

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kalau bicara tentang sate, sebagian besar dari kita pasti berpikir daging ayam atau daging kambing. Tetapi tahukah kamu kalau Magelang punya sate legendaris yang sudah ada sejak tahun 1950an. Ya, […]

  • Punthuk Setumbu Spot Melihat Sunrise Favorit di Borobudur

    Punthuk Setumbu Spot Melihat Sunrise Favorit di Borobudur

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Punthuk Setumbu saat ini sudah dikenal sebagai lokasi favorit untuk melihat sunrise di Borobudur. Karena Lokasinya yang berada di atas ketinggian menjadikan Punthuk Setumbu lokasi terbaik untuk melihat matahari terbit dengan […]

  • Daniel Alamsjah, Sosok Pemulih Jiwa & Pembawa Pesan Toleransi

    Daniel Alamsjah, Sosok Pemulih Jiwa & Pembawa Pesan Toleransi

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Daniel Alamsjah (81) terpanggil untuk membangun Rumah Doa Bukit Rhema dan Panti Rehabilitasi Mental Betesda demi membantu sesama yang mengalami masalah kesehatan mental. Meskipun bukan seorang rohaniawan atau memiliki latar […]

  • Tahukah Kamu Apa itu Kesenian Tari Soreng

    Tahukah Kamu Apa itu Kesenian Tari Soreng

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kesenian Tari Soreng merupakan kesenian asli masyarakat Jawa yang konon merupakan pengejawantahan babad atau cerita rakyat. Tari Soreng dimainkan dalam upacara adat atau hajatan besar yang terjadi. Kesenian Soreng yang […]

  • Serunya Touring Motor ke Puncak Gunung Telomoyo: Pengalaman Tak Terlupakan di Magelang Play Button

    Serunya Touring Motor ke Puncak Gunung Telomoyo: Pengalaman Tak Terlupakan di Magelang

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Halo, Sobat Vimags! Dalam nuansa libur Imlek yang masih terasa, saya memutuskan untuk melakukan touring motor ke Puncak Gunung Telomoyo, salah satu destinasi hits di Magelang. Kali ini, saya berkesempatan […]

  • Jadah Ketan Kuliner Khas Muntilan yang tak Lekang oleh Jaman

    Jadah Ketan Kuliner Khas Muntilan yang tak Lekang oleh Jaman

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Beras ketan merupakan jenis bahan baku makanan yang kerap diolah menjadi berbagai kuliner tradisional. Beras ketan memiliki ciri khas lebih lengket dan merekat erat saat sudah diolah dibandingkan jenis beras […]

expand_less