Beras ketan merupakan jenis bahan baku makanan yang kerap diolah menjadi berbagai kuliner tradisional. Beras ketan memiliki ciri khas lebih lengket dan merekat erat saat sudah diolah dibandingkan jenis beras lain. Salah satu hasil olahannya adalah Jadah atau yang biasa dikenal masyarakat luas dengan sebutan Jadah Ketan.

Jadah ketan terbuat dari beras ketan yang dikukus kemudian dimasak dengan parutan kelapa, gula, daun salam, daun pandan dan sedikit garam. Apabila beras sudah melunak atau matang, daun pandan dan daun salam akan diambil dan di buang untuk selanjutnya ditumbuk dalam lumpang. Setelah halus, tumbukan beras ketan dihamparkan di atas wadah lalu dipadatkan dengan tangan dan di potong sesuai keinginan.

Umumnya jadah ketan bewarna putih, memiliki tekstur kenyal, sedikit lembek dan lengket. Dan karena proses pembuatannya dicampur dengan parutan kelapa menjadikan jadah ketan memiliki rasa gurih yang dominan disamping rasa manis dan asin.

Kuliner warisan leluhur ini pada awalnya dibuat sebagai salah satu hantaran dalam pernikahan. Karena jadah ketan memiliki pesan khusus kepada pengantin sebagai suami dan istri agar menjalin hubungan mereka seperti ketan yang tidak bisa dipisahkan sehingga keduanya selalu terikat satu sama lain dan tidak mudah terpisah saat mengarungi bahtera rumah tangga.

Kini tidak hanya digunakan dalam acara hajatan pernikahan, jadah ketan tetap kerap dibuat dan dijajakan oleh para pembuat kuliner tradisional. Seperti yang masih terlihat di lapak ‘jajan pasar’ atau ‘tenongan’ di beberapa pasar di Muntilan atau di daerah Magelang yang lain. Harga jadah ketan bisa dibilang sangat terjangkau oleh segala kalangan. Selain murah jadah ketan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, dan pastinya rasanya tidak kalah lezat dengan jajanan kekinian yang kebanyakan menggunakan bahan pengawet.

Baca Juga :   Pondok Dhahar Bang Jarwo : Makanan Pulau Dewata Tanpa Harus Ke Bali

Jadah Ketan sangat nikmat disantap bersama tempe yang dimasak dengan cara dibacem. Rasa gurih dari jadah akan berbaur dengan rasa manis dari tempe bacem. Jika anda pecinta makanan pedas, anda bisa menyantap Jadah Tempe (begitu nama akrab singkatan Jadah Ketan dan Tempe Bacem) dengan tambahan cabai rawit atau sebutan dalam bahasa jawanya ‘lombok ceplus’. Sehingga menciptakan kolaborasi antara rasa gurih, asin, manis, dan pedas.

Tidak hanya lezat disantap bersama tempe, jadah goreng atau jadah bakar juga bisa menjadi opsi lain dalam menikmati makanan berbahan dasar ketan ini. Apabila digoreng atau dibakar, bagian luar jadah akan terasa sedikit keras namun tetap lunak di dalam. Jadah tergolong makanan yang cocok dinikmati disegala musim, namun lebih nikmat disantap saat udara dingin dalam keadaan Jadah yang masih hangat tentunya. Maka tak heran apabila sering kali kita menjumpai pedagang jadah bakar yang sudah siap melayani pelanggan yang beraktivitas di pagi hari atau bahkan di pagi buta sekalipun.

Artikel ini sedang diikutkan Lomba Menulis Artikel Kuliner Magelang 2017

Komentar

komentar

Similar Posts