Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Mengenang Sejarah Kota Magelang Melalui Prosesi Grebeg Gethuk

Mengenang Sejarah Kota Magelang Melalui Prosesi Grebeg Gethuk

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
  • visibility 392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tradisi yang selalu dinantikan masyarakat Magelang untuk mengenang Sejarah Kota Magelang adalah Prosesi Grebeg Gethuk. Ribuan warga magelang berkumpul di Alun Alun Kota Magelang untuk mengikuti prosesi Grebeg Gethuk yang biasanya digelar pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun Kota Magelang.

Pada perayaan HUT Magelang tahun ini yang ke 1.111 tahun, Dua gunungan yang disusun atas ribuan gethuk menjadi ikon utama tradisi ini. Gethuk adalah makanan terbuat dari singkong khas dari Kota Magelang. Tradisi Grebeg Gethuk mirip dengan tradisi Grebeg yang ada di Solo dan Yogyakarta.

Tujuan & Prosesi Grebeg Gethuk Magelang

Tujuan Tradisi Grebeg Gethuk yaitu untuk mengenang catatan singkat bagaimana Kota Magelang berdiri ribuan tahun silam.

Prosesi diawali dengan iring-iringan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, dan sejumlah pejabat daerah setempat, menaiki kereta kencana. Selanjutnya mereka berkumpul di panggung di tengah Alun-alun bersama warga.

Prosesi Grebeg Gethuk di Magelang

Lalu, prosesi kirab 17 gunungan palawija dan potensi dari 17 kelurahan di Kota Magelang. Kirab ini diringi penampilan seni tari untuk menarik dewan juri yang menilainya. Secara historis, kirab gunungan palawija ini merupakan simbol persembahan atau upeti rakyat kepada pemimpin.

Usai kirab, digelar upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sigit Widyonindito. Pesertanya adalah ratusan perwakilan warga dan pejabat yang seluruhnya mengenakan busana adat jawa, termasuk aba-aba yang dipakai juga Bahasa Jawa.

Proses dilanjutkan dengan tarian kolosal “Babad Mahardika” oleh 200 pelajar dan seniman Magelang.

Tari yang dimainkan dengan atraktif itu menceritakan tentang sejarah Kota Magelang. Ada bermacam tarian, yakni tari kerakyatan, ritual, rampok, dan tari prajurit.

Sejarah dimulai ketika banyak musuh luar menyerbu untuk menguasai Magelang. Wilayah ini dahulu dikenal dengan wilayah “transit” orang-orang luar Magelang yang hendak beribadah di dataran tinggi atau puncak gunung-gunung yang mengelilingi Magelang.

Dari aktivitas itu tejadilah akulturasi perdagangan, budaya, sosial dan sebagainya. Singkat cerita, raja Diah Balitung, penguasa pulau Jawa kala itu, memberikan perdikan (kemerdekaan) kepada rakyat.
Mereka pun menyambutnya dengan suka cita. Sejarah Kota Magelang ini tertulis dalam prasasti Poh, juga prasasti Mantiasih yang kini menjadi kampung Meteseh, Kota Magelang. Grebeg Gethuk ini selain sebagai wujud sukacita, Tradisi ini juga menciptakan kesadaran kebudayaan generasi sekarang.

Kesan dari Wali Kota Magelang

Sigit Widyonindito, mantan Wali Kota Magelang, menyambut gembira dengan antusias masyarakat yang selalu tinggi terhadap tradisi ini. Mereka ikut terlibat dalam rangkaian grebeg gethuk setiap tahun.

Partisipasi masyarakat luar biasa. Acara ini didukung banyak pihak, seperti seniman, sekolah, instansi swasta, dan masih banyak pihak lagi. Selalu ada suasana yang berbeda tiap tahunnya saat prosesi grebeg gethuk dilaksanakan.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Swike Mbak Lies Swike Lepas Tulang Pertama di Magelang

    Swike Mbak Lies Swike Lepas Tulang Pertama di Magelang

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Bagi kamu pecinta makanan kodok, pasti yang tertanam di pikiran kamu kalau mendengar nama Swike adalah Swike Purwodadi, memang sudah lama Purwodadi mendapat jargon “Kota Swike”. Hidangan ini dipercaya berasal dari […]

  • Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Tahukah kamu bahwa Tradisi Saparan masih terus dilestarikan oleh masyarakat Magelang hingga saat ini? Tradisi ini merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna spiritual, sosial, dan kebersamaan. Saparan […]

  • Pemkot Magelang Tutup Sementara Obyek Wisata Gunung Tidar

    Pemkot Magelang Tutup Sementara Obyek Wisata Gunung Tidar

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Kota Magelang kembali berduka. Bencana angin kencang yang melanda kawasan Gunung Tidar pada Sabtu (24/1/2026) mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa lima orang peziarah. Dari peristiwa tersebut, satu orang peziarah dilaporkan […]

  • Gunung Andong Wisata Wajib Pendaki Pemula di Magelang

    Gunung Andong Wisata Wajib Pendaki Pemula di Magelang

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Magelang merupakan satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah yang dikelilingi oleh banyak gunung, mulai dari gunung Merbabu, Sumbing, Merapi, Telomoyo hingga Andong. Ada dua alasan Gunung Andong menjadi destinasi wisata pendakian […]

  • Cari Kuliner Murah di Magelang? Coba Gudeg dan Nasi Rames di Rumah Makan Tip Top

    Cari Kuliner Murah di Magelang? Coba Gudeg dan Nasi Rames di Rumah Makan Tip Top

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sobat Vimags sedang mencari kuliner Magelang dengan cita rasa rumahan dan harga yang relatif terjangkau? Salah satu tempat yang bisa masuk daftar adalah Rumah Makan Tip Top Magelang. Rumah makan […]

  • Tour de Borobudur XXIV: Mengangkat Pariwisata Jawa Tengah Melalui Sport Tourism

    Tour de Borobudur XXIV: Mengangkat Pariwisata Jawa Tengah Melalui Sport Tourism

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Tour de Borobudur (TdB) XXIV 2024 sukses digelar pada Sabtu (7/12/2024), melibatkan 400 pesepeda dari berbagai daerah dan mancanegara. Event ini menjadi salah satu ajang olahraga sepeda terbesar di Jawa […]

expand_less