Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Muntilan Merupakan Penghasil Cobek dan Ulekan Terbaik

Muntilan Merupakan Penghasil Cobek dan Ulekan Terbaik

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
  • visibility 441
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita harus berbangga, karena salah satu kecamatan di Magelang yaitu Muntilan merupakan penghasil cobek & ulekan terbaik. Meski terlihat sepele. Ternyata cobek dan ulekan memegang peranan penting dalam menentukan rasa dan tekstur sambal.

Sebagai salah satu pelengkap makanan khas Indonesia, sambal sering dianggap sebagai pendorong nafsu makan karena rasanya gurih dan pedas. Apalagi jika dipadukan dengan makanan lain seperti nasi putih hangat, ayam goreng, ikan asin, hingga sayuran.

Jangan salah memilih cobekan dan ulekan. Sebab hal ini ternyata mempengaruhi rasa bahkan kesehatan. Alat penting untuk membuat sambal dan bumbu halus Nusantara ini, kini tidak semuanya 100 persen terbuat dari batu asli.

Ciri Cobek yang Bermutu Baik

Cobek bermutu baik bukan berwarna hitam, melainkan abu-abu seperti warna alami batu. Jika menemukan cobek berwarna hitam, agaknya harus dicurigai keasliannya karena umumnya warna hitam didapat dari cat.

Selain cobek yang dicat, di pasaran juga terdapat cobek campuran batu, pasir, dan semen. Umumnya bobot cobekan campuran semen lebih ringan ketimbang cobekan batu asli.

Pemilihannya cobek pun tidak sembarangan. Umumnya cobek dibuat dari batu sisa letusan gunung berapi.

Banyak cobek palsu, bilangnya dari batu asli ternyata buatan pabrik. Nah, bahan pabrik ini kan mengandung kimia, apalagi pembuatan sambal menimbulkan banyak gesekan antara sambal dan lempengan batu, jadi partikel kimianya bisa merusak rasa sambal dan tidak sehat juga.

Cara Cek Cobek Palsu

Untuk mengetahui jenis cobek yang asli dan berkualitas, coba digores bisa pake koin atau benda lainnya. Jika permukaan cobek jadi putih setelah digores, itu tandanya cobek palsu.

Ulekan juga ternyata memiliki kerapatan pori-pori batu yang berbeda. Ada yang halus, ada yang kasar. Besaran pori-pori batu ini pada akhirnya memengaruhi hasil ulekan menjadi lebih kasar atau lebih halus.

Namun seiring perkembangan jaman, cobek kini dibuat dari bahan material menyerupai batu tiruan yang dicetak di pabrik, ada juga cobek yang terbuat dari kayu.

Penggunaan cobek itu sebenarnya tergantung kebutuhan, misalnya Anda ingin meracik sambal dalam porsi yang besar, pilihlah cobek dengan diameter besar dan ulekannya yang berat. Semakin beratnya cobek, maka semakin bagus kualitas sambal yang dihasilkan. Ini karena adanya tekanan yang kuat dari batu cobek.

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Menginap dalam Kemewahan Hotel Amanjiwo Borobudur Magelang

    Menginap dalam Kemewahan Hotel Amanjiwo Borobudur Magelang

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Terletak di tengah lanskap alam yang menakjubkan, Hotel Amanjiwo Borobudur di Magelang adalah destinasi mewah yang menawarkan pengalaman menginap tak terlupakan. Menghadap langsung ke Candi Borobudur yang megah, Amanjiwo menggabungkan […]

  • Veronika Desi: Content Creator & Travel Blogger Magelang Inspiratif Promosikan Wisata Lokal

    Veronika Desi: Content Creator & Travel Blogger Magelang Inspiratif Promosikan Wisata Lokal

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle admin.vd
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Prestasi dan Pengakuan sebagai Influencer Magelang Dedikasi dan konsistensi Veronika dalam menciptakan konten berkualitas membuahkan berbagai prestasi. Ia pernah meraih Best Content Creator Kategori Traveling dari Kementerian Komunikasi dan Digital, […]

  • Kekeringan Magelang Melanda 14 Kecamatan, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

    Kekeringan Magelang Melanda 14 Kecamatan, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Kekeringan dilaporkan melanda 14 kecamatan dan 31 desa, menyebabkan ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air […]

  • Trans Jateng Magelang Temanggung

    Trans Jateng Rute Magelang–Temanggung Siap Beroperasi 2027

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Kabar gembira bagi warga Magelang dan Temanggung! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengoperasikan BRT Trans Jateng Koridor Magelang–Temanggung (Gelangmanggung) pada tahun 2027. Kehadiran koridor baru ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas […]

  • Magelang Kota Seribu Getuk, Lambang Keragaman Dalam Persatuan

    Magelang Kota Seribu Getuk, Lambang Keragaman Dalam Persatuan

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Jargon tersebut seharusnya juga disematkan kepada Kota Magelang, mengingat banyak dan mudahnya kita menemukan kuliner yang satu ini. Mulai dari pasar tradisional di seluruh sudut kota, hingga pusat oleh-oleh modern […]

  • Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD Play Button

    Gereja Ayam Yang Mendunia, Ternyata Pendirinya Lulusan SD

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Bukit Rhema atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam menjadi perhatian publik karena keunikan bangunannya. Beberapa media nasional dan internasional pun tak ketinggalan meliput bangunan unik yang berdiri di […]

expand_less