Kabar Magelang
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kilas Magelang » Ayo Nglarisi Pasar Rakyat, Cara Kota Magelang Hidupkan Pasar Tradisional

Ayo Nglarisi Pasar Rakyat, Cara Kota Magelang Hidupkan Pasar Tradisional

  • account_circle admin.vimags
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sobat Vimags, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya menjaga denyut ekonomi pasar rakyat di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui gerakan “Ayo Nglarisi Pasar Rakyat Kota Magelang”, yang mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berbelanja langsung di pasar rakyat.

Gerakan ini tidak hanya berlaku di Pasar Rejowinangun, tetapi juga mencakup Pasar Cacaban, Pasar Kebonpolo, Pasar Gotong Royong, serta pasar rakyat lainnya di Kota Magelang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 500.2/702/250 tentang Gerakan “Ayo Nglarisi Pasar Rakyat Kota Magelang”.

Pedagang Sambut Positif Gerakan Ayo Nglarisi Pasar

Program tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pedagang. Ponidin, pedagang ikan berusia 81 tahun yang telah berjualan di Pasar Rejowinangun sejak 1955, mengaku merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas belanja.

“Pasarnya jadi ramai, banyak yang beli. Kami pedagang tentu terbantu,” ujar Ponidin.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, mengatakan gerakan tersebut ditujukan bagi seluruh ASN dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Magelang.

Besaran belanja minimum juga ditentukan berdasarkan jenjang jabatan. Pejabat eselon II ditetapkan minimal berbelanja Rp500 ribu, eselon III Rp350 ribu, eselon IV dan pejabat fungsional Rp200 ribu, sedangkan staf minimal Rp50 ribu.

“Gerakan Ayo Nglarisi Pasar ini ditujukan bagi seluruh ASN dan pegawai BUMD di lingkungan Pemkot Magelang,” kata Syaifullah di Pasar Rejowinangun, Jumat, 25 September 2026.

Transaksi Lampaui Target, Tembus Rp600 Juta

Keterlibatan ASN dan pegawai BUMD diharapkan mampu meningkatkan jumlah transaksi sekaligus membantu pendapatan pedagang pasar rakyat.

Hasilnya cukup menggembirakan. Hingga Jumat, 25 September 2026, total transaksi yang tercatat dari gerakan tersebut mencapai sekitar Rp600 juta.

Angka ini bahkan melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp500 juta. Nilai transaksi tersebut dihimpun dari seluruh pasar rakyat yang berada di wilayah Kota Magelang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa gerakan belanja di pasar rakyat dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi para pedagang.

Hampir Separuh Kios Pasar Rejowinangun Tutup

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, upaya untuk kembali menghidupkan Pasar Rejowinangun perlu dilakukan karena kondisi pasar menghadapi tantangan cukup besar.

Menurutnya, hampir 50 persen kios di Pasar Rejowinangun saat ini dalam kondisi tutup.

“Saya menyaksikan sendiri bahwa hampir 50 persen kios di Pasar Rejowinangun ini tutup,” kata Damar.

Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari semakin ketatnya persaingan perdagangan. Masyarakat kini memiliki semakin banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari pasar daring hingga pedagang keliling yang menawarkan kemudahan berbelanja langsung dari rumah.

Karena itu, Pemkot Magelang mendorong masyarakat untuk kembali menjadikan pasar rakyat sebagai salah satu pilihan utama ketika berbelanja.

Pasar Rejowinangun Dikaji Jadi Pusat Grosir Kedu

Tidak hanya mendorong masyarakat agar lebih sering berbelanja di pasar rakyat, Pemerintah Kota Magelang juga tengah mengkaji pengembangan Pasar Rejowinangun sebagai salah satu pusat grosir utama di wilayah Kedu.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Pasar Rejowinangun sebagai pusat perdagangan sekaligus menarik lebih banyak pedagang maupun pembeli dari daerah sekitar.

Namun, Damar mengingatkan bahwa pedagang juga perlu meningkatkan daya saing. Beberapa hal yang dinilai penting antara lain menawarkan harga yang kompetitif, memberikan pelayanan yang ramah, menjaga kebersihan lingkungan pasar, serta mempertahankan kualitas barang yang dijual.

“Pasarnya sudah bagus, tetapi bagaimana agar dagangan pedagang di sini laris dan usahanya terus berjalan,” ujarnya.

Melalui gerakan Ayo Nglarisi Pasar Rakyat Kota Magelang, pemerintah berharap keberadaan pasar tradisional tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga mampu berkembang di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbelanja.

Bagi Sobat Vimags, berbelanja di pasar rakyat juga bisa menjadi langkah sederhana untuk ikut menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membantu usaha para pedagang di Kota Magelang.

Sumber: Prokompim Kota Magelang

  • Penulis: admin.vimags

Tanggapan Sobat Vimags (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi untuk Sobat Vimags

  • Liburan Natal dan Tahun Baru di Magelang: Jangan Lupa Menikmati Wisata Kuliner Magelang

    Liburan Natal dan Tahun Baru di Magelang: Jangan Lupa Menikmati Wisata Kuliner Magelang

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Magelang adalah destinasi yang tepat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Selain pesona alamnya yang memukau, kota ini juga menawarkan pengalaman kuliner yang beragam. Wisata kuliner Magelang menjadi daya tarik […]

  • Soto Sapi Laras Roso Jadi Pilihan Sarapan Gubernur Ganjar

    Soto Sapi Laras Roso Jadi Pilihan Sarapan Gubernur Ganjar

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Soto sudah menjadi menu sarapan kebanyakan orang di Indonesia. Begitupula Soto Sapi Laras Roso yang berada di Magelang merupakan Tempat Sarapan Favorit di Magelang termasuk pilihan sarapan Gubernur Jawa Tengah […]

  • Candi Mendut, Catatan Sejarah Peninggalan Umat Buddha

    Candi Mendut, Catatan Sejarah Peninggalan Umat Buddha

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Candi Mendut bagi umat Buddha mempunyai makna tersendiri. Keberadaan tiga buah arca Buddha yang berukuran besar di candi ini memiliki keindahan yang sangat tinggi baik dalam bentuk fisik mau pun […]

  • Mengintip Indahnya Masjid Arsitektur Khas China di Magelang

    Mengintip Indahnya Masjid Arsitektur Khas China di Magelang

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Suara azan Ashar berkumandang di Kota Magelang, Jawa Tengah. Terlihat sejumlah orang berduyun-duyun menuju Masjid Al Mahdi, sebuah masjid unik bergaya arsitektur khas China di Jalan Delima Raya, Komplek Perumahan […]

  • Bukit Rhema Spot Berburu Sunrise Terbaik di Magelang

    Bukit Rhema Spot Berburu Sunrise Terbaik di Magelang

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Bukit Rhema atau yang sering dikenal dengan Gereja Ayam merupakan tempat wisata religi yang tidak boleh kamu lewatkan kalau berkunjung ke Magelang. Bukit Rhema menjadi salah satu lokasi shooting film […]

  • Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    Tahukah Kamu? Tradisi Saparan Masih Hidup di Magelang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin.vimags
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Tahukah kamu bahwa Tradisi Saparan masih terus dilestarikan oleh masyarakat Magelang hingga saat ini? Tradisi ini merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna spiritual, sosial, dan kebersamaan. Saparan […]

expand_less