BeritaKilas Magelang

Masuk Musim Hujan, Magelang Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status Siaga Darurat Bencana menyusul banyaknya kejadian bencana alam di wilayah ini. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena ini.

Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, memasuki musim hujan tahun ini telah terjadi beberapa bencana alam, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga puting beliung.

“Status Kabupaten Magelang naik menjadi status Siaga Darurat Bencana. Awal musim hujan ini beberapa kali terjadi bencana, terutama tanah longsor,” ujar Edy.

Edy menyebutkan, pada periode Januari-Oktober 2017 tercatat 256 kejadian bencana alam di Kabupaten Magelang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016, yaitu 109 kejadian.

Adapun pada November 2017, sudah ada tujuh bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Tempuran, Pakis, Srumbung, dan Sawangan. Bencana angin kencang juga terjadi dan menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kecamatan Borobudur.

Dari hasil pemetaan, lanjut Edy, diketahui sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang adalah pegunungan yang masuk kategori rawan bencana. Wilayah yang dimaksud yaitu Kecamatan Borobudur, Salaman, Kaliangkrik, Tempuran, dan Windusari.

“Kawasan di perbukitan Menoreh dan lereng pegunungan Sumbing, Merbabu, ataupun Merapi memang rawan terjadi longsor, tetapi juga bisa terjadi di daerah lain,” tutur dia.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar siap dan waspada jika sewaktu-waktu terjadi bencana, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan. Dia meminta warga untuk aktif mencari informasi yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Baca Juga :   Hore! Trans Jateng Koridor I Kutoarjo-Borobudur Mulai Beroperasi

“Masyarakat dapat waspada dan siaga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana sehingga mereka sudah siap dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujar dia.

Adapun BPBD, kata Edy, telah melakukan upaya-upaya pemberdayaan sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat tentang bencana alam. Salah satunya pendirian Sekolah Gunung sejak Oktober 2017. Sekolah ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana.

Sumber : Kompas.Com

Yowen