“Kupat Tahu” Kuliner yang sangat akrab di lidah orang Magelang. Sudah tidak asing lagi di telinga kita jika mendengar kuliner yang satu ini. “Kupat Tahu” terdiri dari dua kata yakni kupat dan tahu. Merupakan penggabungan dua kata yang termasuk Bahasa Jawa masing-masing jika diartikan “Kupat” berarti ketupat dan “Tahu” berarti tahu. Ada makna yang tersirat dan tersurat dari “Kupat Tahu itu sendiri. Banyak orang tidak memperdulikan makna tersebut, kebanyakan orang hanya asal makan saja tanpa memikirkan hal lain. Asalkan enak, murah, terjangkau, aman di kantong, dan halal orang-orang pasti berbondong-bondong untuk datang hanya sekedar ingin makan.

Apalagi di era millenial seperti saat ini, informasi dapat tersebar keberbagai penjuru dengan sanagat cepat hanya bermodalkan gadget di tangan. Bagus sedikit upload bagus sedikit upload bahasa mereka yang sering berselancar di media sosial. Terutama anak-anak hits sebutan bagi mereka yang sangat menggilai media sosial. Hampir 24 jam non stop gadget nempel di tangan. Seperti diberi lem alteko, kelet tak bisa dilepas.

Fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat khususnya anak-anak hits tentu membawa berbagai dampak baik positif dan negatif. Positifnya contohnya, dengan adanya gadget dan media sosial dapat membantu promosi Kupat Tahu sebagai kuliner yang enak dan patut untuk dilestarikan. Dapat juga memperkenalkan Kupat Tahu ke kancah Internasional yang tentunya akan menarik para wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia hanya demi mencicipi apa itu “Kupat Tahu”.

Komposisi dari Kupat Tahu yang tergolong ringan tidak begitu berat membuat kuliner ini cocok disantap di berbagai waktu. Standar komposisi kupat tahu biasanya terdiri dari kupat, tahu, irisan kubis segar, toge, bakwan yang diiris kecil-kecil, yang disiram dengan kuah legit sambal kacang gula jawa yang diberi kecap. Biasanya bisa request ke pedagangnya kalau yang suka pedas mau diberi cabai berapa, sesuai selera.Kupat tahu lebih afdolnya sih ya untuk makan siang lebih nikmat. Apalagi di siang-siang bolong yang sangat terik. Di siang hari tubuh membutuhkan nutrisi dan juga serat yang cukup untuk mengganti energi yang terbuang saat beraktivitas.

Baca Juga :   Kedai Rakyat W'Dank Bukit Rhema : Wisata Kuliner Terhits di Magelang

“Siang hari yang terik menikmati kupat tahu ditambah dengan segelas es teh yang menyegarkan, tentunya sangatlah nikmat, kalau dilihat dari harganya pun sangat pas di kantong alias sangat terjangkau” menurut Peny salah satu penikmat kupat tahu.

Kini tidak sulit untuk menemukan kuliner yang satu ini di Magelang, karena tersedia diberbagai tempat. Seperti di warung-warung pinggir jalan, pusat kuliner, maupun di restoran-restoran kini juga tidak sulit menemukan makanan ini. Hal ini membuat citra dari kupat tahu sendiri menjadi melejit, makanan sederhana tapi mewah. Ya bisa dibilang seperti itulah. Hampir semua orang menyukainya dari kalangan bawah, menegah , sampai kalangan atas. Dari orang biasa sampai orang nomor satu di negeri ini pun tahu yang namanya kupat tahu.

Artikel ini sedang diikutkan dalam Lomba Menulis Artikel Kuliner Magelang 2017

Komentar

komentar

Similar Posts