Hore! Trans Jateng Koridor I Kutoarjo-Borobudur Mulai Beroperasi

Moda transportasi bus Trans Jateng Koridor I Rute Kutoarjo (Kabupaten Purworejo) – Borobudur (Kabupaten Magelang) resmi beroperasi.

Peresmian layanan Trans Jateng tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditandai dengan pemecahan kendi dan pelepasan Bus Trans Jateng di halaman Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (1/9). Turut mendampingi, Bupati Purworejo Agus Bastian dan Wakil Bupati Yuli Hastuti.

Gubernur Ganjar mengatakan, Borobudur menjadi super prioritas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang ada di Jawa Tengah (Jateng). Dengan hadirnya Aglomerasi Trans Jateng diharapkan mampu menjadi pendorong daya tarik wisata Borobudur, sekaligus menjadi generator bagi kebangkitan pariwisata di Jateng.

Dengan adanya dukungan alat transportasi ini diharapkan dapat membantu kelancaran ekonomi, pariwisata, dan transportasi di daerah. Kedepan tidak menutup kemungkinan jalur atau rute yang dilalui bisa berubah, karena jika diperlukan akan dilakukan review kembali.

Gubernur menyatakan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar angkutan Aglomerasi Trans Jateng dapat terus berkelanjutan. Pemprov Jateng akan menyediakan subsidi, sehingga diharapkan masyarakat dapat mendapatkan fasilitas transportasi yang nyaman dan terjamin, serta mudah.

“Mulai hari ini hingga tanggal 9 September kita akan uji coba gratis. Kita akan mencoba membantu transportasi umum sesuai janji saya dulu. Apalagi sekarang pandemi Covid, mudah-mudahan transportasi ini bisa membantu masyarakat,” katanya.

Koridor I Rute Kutoarjo – Borobudur yang akan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 18.00 WIB itu merupakan rute keempat Angkutan Aglomerasi Trans Jateng. Sebelumnya telah dibuka layanan Angkutan Aglomerasi Trans Jateng Kawasan Kedungsepur-Tawang-Bawen tahun 2017, Kawasan Barlingmascakeb Rute Purworkerto-Purbalingga tahun 2018, dan Rute Terminal Mangkang-Kendal tahun 2019.

Armada Trans Jateng Rute Kutoarjo – Borobudur yang telah disiapkan sebanyak 14 unit. Sehari melayani 6 rit, jarak antar bis 20-30 menit. Jarak tempuh rata-rata 50 km dengan waktu tempuh 1 jam 45 menit. Sehari melayani 6 rit, jarak antar bis 20-30 menit. Adapun tarifnya untuk umum Rp 4000, sedangkan untuk buruh/ pelajar/ veteran dikenakan tarif Rp 2000.

Baca Juga :   Harga Garam Naik 100%, Pedagang Makanan di Magelang Bingung

Bupati Agus Bastian menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng karena telah memberikan kesempatan Purworejo menjadi salah satu kabupaten yang pertama atau mendapat prioritas bersama Kabupaten Magelang, dalam pengembangan Angkutan Aglomerasi Kawasan Purworejo, Wonosobo, Magelang dan Temanggung (Purwomanggung).

Menurutnya, tingginya tingkat kendaraan bermotor pribadi serta rendahnya pengguna transportasi umum khususnya di perkotaan, menjadi masalah penting yang harus segera diatasi. Sehingga perlu dibangun sistem dan menyediakan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) yang layak bagi warga masyarakat, dengan tarif terjangkau untuk menunjang kegiatan sosial dan ekonomi.

Kabupaten Purworejo yang berada di jalur utama transportasi Jawa bagian selatan, lanjutnya, memiliki kepadatan arus lalu lintas yang cukup tinggi.  Apalagi saat ini ada beberapa proyek strategis nasional yang bersinggungan bahkan berada di wilayah Kabupaten Purworejo, yakni Bandara YIA, BOB, dan Bendungan Bener.

“Dengan beroperasinya Bus Trans Jateng koridor I Rute Kutoarjo – Borobudur, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Purworejo. Bukan hanya tersedianya transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, namun juga semakin menghidupkan roda perekonomian masyarakat,” tambahnya.

sumber : suaramerdekakedu.id

Yowen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *